Yayasan Al Fitrah Lembata Lakukan Revitalisasi Manajerial Pasca Wafatnya Drs Arsyad Muhammad

Yayasan Al Fitrah Lembata Lakukan Revitalisasi Manajerial Pasca Wafatnya Drs Arsyad Muhammad

LEMBATA : WARTA-NUSANTARA.COM–  Yayasan Al Fitrah Lembata telah melaksanakan serangkaian perbaikan tata kelola manajerial sebagai bentuk kontinuitas kerja dan peningkatan kualitas pengelolaan, setelah meninggalnya Almarhum Ustadz Drs Arsyad Muhammad. Perubahan ini dilakukan dengan melibatkan seluruh elemen pengurus dan menetapkan tim pengurus baru yang representatif.

 

Ketua Baru Gagangkan Visi Pendidikan Unggulan yang Padukan Ilmu dan Akhlak

Ketua Yayasan baru, Syamsudin Botung Raba, menyampaikan bahwa perubahan manajerial dijalankan secara terbuka dengan prinsip kolaboratif antar seluruh pengurus. Pengurus baru yang dipilih dalam rapat pengurus yayasan dinilai memiliki kapasitas dan profesionalisme yang sesuai untuk menjalankan tugas guna mewujudkan visi serta misi yayasan yang mengelola SDIT dan PAUD Alfitrah.

Alhamdulillah, setelah kepergian Almarhum Ustadz Arsyad Muhammad, kami bertekad untuk melanjutkan amanah beliau dengan langkah yang lebih baik. Manajerial terbuka yang kami terapkan bertujuan agar setiap pengurus dapat berkontribusi secara optimal, sementara pengurus baru yang kami bentuk telah melalui seleksi ketat untuk memastikan kompetensi dan komitmennya terhadap pendidikan di Lembata,” ucapnya.

Ia menambahkan, “Kami tidak hanya fokus pada pengelolaan administratif, tetapi juga pada pelaksanaan visi dan misi yang telah dirumuskan dengan matang. Harapan kami, SDIT dan PAUD Alfitrah dapat menjadi wadah pembentukan generasi muda yang tidak hanya cerdas akademik, tetapi juga memiliki akhlak mulia serta cinta terhadap agama dan tanah air.”

Visi utama yayasan adalah menjadi lembaga pendidikan unggulan dengan memadukan ilmu pengetahuan dan akhlak mulia, serta membentuk generasi yang sholeh, cerdas, kreatif, dan mandiri.

Untuk mewujudkannya, yayasan menetapkan 9 poin misi, di antaranya: menyelenggarakan pendidikan formal dan agama berbasis mutu; memberikan bekal akhlak mulia kepada siswa; menerapkan pembelajaran aktif dan berbasis IT (Islam Terpadu); mengembangkan keterampilan bahasa Inggris dan Arab serta bidang sains dan teknologi; mendampingi orang tua dalam mendidik anak; dan menetapkan target hafalan minimal 2 juz Al-Qur’an (juz 29 dan 30) sebelum siswa mengambil ijazah SDIT.

***(#RAM)

Exit mobile version