Agama  

Khatamul Qur’an IPARI Kemenag Lembata: Ramadhan dan Kepedulian Sosial.

Khatamul Qur’an IPARI Kemenag Lembata: Ramadhan dan Kepedulian Sosial.
LEMBATA : WARTA-NUSANTARA.COM–  Kegiatan khatamul Qur’an yang disponsori IPARI Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Lembata dengan tema “Meraih Takwa Melaui Zakat.” Acara ini bertujuan untuk mendekatkan diri pada Allah SWT melalui zakat yang merupakan Farduh Ain bagi setiap muslim berstatus mukallaf sekaligus membiasakan diri mengkhatamkan Al-Qur’anul Karim sekali dalam bulan Ramadhan. Semua itu dalam rangka memicu pemahaman mendalam ASN Kemenag Lembata tentang Islam dan meningkatkan ketaqwaan.

Kegiatan khatamul Qur’an dan kajian literasi Islam pada prinsipnya memperkaya perbendaharaan pengetahuan terutama bagi penyuluh. Tandas Kepala Kantor Kemanag Lembata. Lebih lanjut Jamaludin mewanti-wanti kasus yang terjadi Aceh jangan sampai merembes ke Lembata. Kasus khilafiyah seperti Qunut yang viral di Aceh justru mencerminkan betapa minimnya pengetahuan dan pengelaman keagamaan. Oleh karena itu kepada penyuluh, pengawas dan kita semua jangan berhenti membaca dan mengkaji literatur Islam.


Kegiatan khatamul Qur’an pada Senin, 9 Maret 2026 mulai pukul 09.00 WITENG sampai selesai. Acara berlangsung di Mushola Al-Ikhlas Lantor Kemenag Lembata. Selain itu pengurus IPARI berencana untuk menjadwalkan kegiatan serupa setiap hari Senin setelah bulan Ramadhan selesai.

Peserta yang hadir adalah ASN lingkup Kemenag Lembata, antara lain Penyuluh Agama Islam, Penghulu, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) se-Kabupaten Lembata, serta Pengawas Sekolah Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Pengawas Madrasah. Kegiatan ini diawali pembacaan khatamul Qur’an oleh Anwar AB, S.HI, sementara materi kultum zakat disampaikan oleh Abd Aziz Djou dan beberapa poin pembahasan disampaikan oleh Kepala Kantor Kemanag Lembata.

Kegiatan ini dilakukan untuk memberikan nilai tambah bagi ASN lingkup kemenag Lembata selama menjalani ibadah Ramadhan. Kegiatan ini dalam rangkah mendekatkan diri pada Allah mencapai taqwa, serta meningkatkan kepedulian sosial melalui zakat, infak, dan sedekah. Selain itu, bertujuan untuk memperkuat pembinaan umat melalui majelis taklim dan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ), serta mencegah perpecahan umat akibat perbedaan pemahaman dalam masalah fur’iyah (masalah cabang agama).

Kegiatan dimulai dengan pembacaan khatamul Qur’an, diikuti dengan pembahasan mengenai makna ibadah, pentingnya memiliki referensi agama yang luas bagi penyuluh, serta menghimbau untuk mengambil jalan tengah dalam menghadapi perbedaan. Selain itu pula direncanakan agar kegiatan serupa tetap dilaksanakan secara berkala, dengan penyuluhan yang berasal dari dalam instansi sendiri. Jamal juga menekankan bahwa perbedaan seperti kasus yang terjadi di Aceh antara kelompok Wahabi dan Sunni bisa diantisipasi dengan keberadaan penyuluh yang kompeten dan memiliki pemahaman agama yang mendalam, serta mengacu pada ayat Al-Qur’an yang mengajarkan bahwa yang terbaik adalah jalan yang lurus. Pada bagian akhir, juga disampaikan kultum tentang zakat untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya memberikan zakat. *** (#RAM

Exit mobile version