Hukrim  

Polres Sikka Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Turangga Pengamanan Idul Fitri

Polres Sikka Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Turangga Pengamanan Idul Fitri

MAUMERE : WARTA-NUSANTARA.COM–  Pada hari Kamis tanggal 12 Maret 2026, pukul 08.15 wita, bertempat di Lapangan Apel Polres Sikka di Jl. Jend. Ahmad Yani, Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka, telah dilaksanakan Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat “Ketupat Turangga 2026” dalam rangka Pelayanan Perayaan Idul Fitri 1447H yang diselenggarakan oleh Polres Sikka. Kapolres Sikka AKBP Bambang Supeno, S.I.k bertindak Selaku Inspektur Apel pasukan.

Hadir dalam giat Apel tersebut : Waka Polres Sikka Kompol Marselus Yugo Amboro, S.I.K., Mewakili Dandim 1603/Sikka, Kasdim 1603/Sikka Kapten Cba Dominggus, M. Atamani., Kepala Basarnas Maumere Bpk. Fathur Rahman, Kadis Perhubungan Kab. Sikka Bpk. Yohanes Emil Satriawan, SP., M.Si.

Kapolres Sikka AKBP Bambang Supeno, S.I.k  dalam amanatnya menegaskan, Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Turangga 2026 dilaksanakan sebagai bentuk pengecekan kesiapan personel, sarana dan prasarana, serta wujud sinergisitas lintas sektor dalam rangka pengamanan mudik dan perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 H agar berjalan aman, tertib, dan lancar.

Menurut Bambang Supeno situasi global saat ini sedang mengalami eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah yang berdampak pada gejolak harga minyak dunia dan berpotensi mempengaruhi stabilitas ekonomi global maupun nasional. Pemerintah Indonesia terus melakukan langkah diplomasi luar negeri yang bebas aktif serta berbagai kebijakan strategis untuk menjaga stabilitas ekonomi, termasuk menjaga ketersediaan dan stabilitas harga BBM serta memperkuat diplomasi perdagangan.

Menjelang Idul Fitri 2026, jelas Bambang Supeno, berdasarkan survei Kementerian Perhubungan, potensi pergerakan masyarakat diperkirakan mencapai 143,9 juta orang. Untuk menjamin keamanan dan kelancaran arus mudik dan balik, Polri bersama TNI dan stakeholder terkait melaksanakan Operasi Ketupat Turangga 2026 selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026, dengan melibatkan 161.243 personel gabungan.

Polri juga menyiapkan 2.746 pos pengamanan yang terdiri dari Pos Pengamanan, Pos Pelayanan, dan Pos Terpadu serta melakukan pengamanan terhadap berbagai objek penting seperti tempat ibadah, pusat perbelanjaan, terminal, pelabuhan, stasiun, bandara, dan objek wisata. pemerintah telah menetapkan kebijakan pengaturan lalu lintas melalui Surat Keputusan Bersama yang mengatur pembatasan operasional angkutan barang, sistem rekayasa lalu lintas seperti one way, contra flow, dan ganjil-genap, serta pengaturan penyeberangan laut guna mengantisipasi kepadatan selama arus mudik dan balik.

Dalam pelaksanaan operasi juga perlu diantisipasi berbagai potensi gangguan kamtibmas seperti kejahatan konvensional, premanisme, balap liar, serta perkelahian antar kelompok. Personel diminta meningkatkan patroli di titik rawan, melakukan pendataan rumah kosong yang ditinggalkan pemudik, serta menyediakan layanan penitipan kendaraan di kantor kepolisian. Selain itu, personel juga diminta mewaspadai potensi cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi, khususnya di wilayah selatan Indonesia seperti Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.

Apresiasi kepada seluruh personel dan stakeholder yang terlibat dalam pengamanan Operasi Ketupat Turangga 2026 serta ditekankan pentingnya menjaga soliditas dan sinergitas guna mewujudkan mudik yang aman dan nyaman bagi masyarakat dengan semangat Mudik Aman, Keluarga Bahagia”, ungkap Kapolres Bambang Supeno. ***(ICHA-WN SIKKA)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *