RANGKAIAN ACARA PENJEMPUTAN, VESPER AGUNG, TAHBISAN DAN MISA PONTIFIKAL USKUP LARANTUKA, MGR. YOHANES HANS MONTEIRO DOA MENYONGSONG TAHBISAN EPISKOPAL Mgr. Yohanes Hans Monteiro Uskup Larantuka “UNUM CORPUS, UNUS SPIRITUS, UNA SPES” CATATAN REDAKSI WARTA NUSANTARA.COM– Berdasarlan Laporan Resmi dari Panitia Tahbisan Uskup Larantuka, Mgr. Yohanes Hans Monteiro pada Hari Rabu, 11 Pebruari 2026, Redaksi menayangkan secara lengkap rangkaian acara Penjemputan, Vesper Agung, Tabhbisan dan Misa Pontivikal Uskup Larantuaka sebagai berikut : Satu Tubuh, Satu Roh, dan Satu Pengharapan (Ef. 4:4) Allah Tritunggal Mahakudus, Bapa, Putra, dan Roh Kudus, kami bersujud di hadapan-Mu dengan hati penuh syukur dan sukacita. Kami bersyukur atas perjalanan panjang Keuskupan Larantuka. Engkau setia menuntun umat-Mu dari generasi ke generasi, menyertai kami dalam suka dan duka, memelihara kami dalam iman, harapan, dan kasih. Dengan penuh syukur kami menyambut rahmat besar tahbisan Episkopal yang akan kami rayakan pada tanggal 11 Februari 2026. Kami percaya bahwa tahbisan ini bukanlah karya manusia semata, melainkan rahmat dan panggilan-Mu sendiri demi pertumbuhan Gereja-Mu di Keuskupan Larantuka. Dengan iman yang teguh, kami bersyukur atas terpilihnya Mgr. Yohanes Hans Monteiro, Pr sebagai Uskup baru kami, yang akan melanjutkan dan mengembangkan pelayanan yang telah dijalani dengan setia oleh Mgr. Fransiskus Kopong Kung, Pr. Semoga ia Kau kuatkan menjadi gembala yang berkenan di hati-Mu, gembala yang membangun Gereja sebagai satu tubuh, digerakkan oleh satu Roh, dan diarahkan pada satu pengharapan akan keselamatan dalam Kristus. Dalam semangat sinodalitas, kami berdoa agar seluruh umat Keuskupan Larantuka, uskup, para imam, biarawan-biarawati, dan umat awam, berjalan bersama dalam persekutuan, partisipasi, dan perutusan. Jadikanlah kami Gereja lokal yang hidup, yang saling mendengarkan dan saling menguatkan, serta berani diutus membawa Injil hingga ke pinggiran kehidupan. Pada Tahun Yubileum ini, kami bersyukur atas harapan yang tidak mengecewakan (spes non confundit). Bantulah kami untuk terus mencari makna hidup di dalam Kristus, memperbarui diri dalam pertobatan dan iman, dan melangkah setia hingga akhir perjalanan sebagai umat yang diselamatkan oleh kasih-Mu. Kami juga menyerahkan kepada-Mu seluruh panitia dan semua pihak yang terlibat dalam persiapan tahbisan ini. Curahkanlah Roh Kudus-Mu agar setiap pelayanan sungguh menjadi ungkapan iman, kerendahan hati, dan kasih, demi kemuliaan nama-Mu dan kebaikan Gereja-Mu. Tuhan, dengarkanlah doa kami, kabulkanlah permohonan kami sesuai dengan kehendak-Mu yang penuh kasih dan keselamatan. Santa Maria, Bunda Gereja dan Bunda Evangelisasi, Tuan Ma, Reinha Larantuka, doakanlah kami dan hantarkanlah kami kepada Yesus, Putra-Mu, Tuhan dan Pengharapan kami. Amin. Salam Maria (3x) Kemuliaan kepada Bapa… PENGANTAR Kerinduan umat Keuskupan Larantuka akan hadirnya seorang Uskup yang baru menggantikan Mgr. Fransiskus Kopong Kung yang telah memasuki usia pensiun, akhirnya terpenuhi ketika Takhta Suci menunjuk RD. Yohanes Hans Monteiro menjadi Uskup Larantuka yang diumumkan secara resmi pada 22 November 2025. Sukacita dan kegembiraan besar ini telah kita rasakan sebagai satu kawanan umat Keuskupan Larantuka di momen bersejarah penuh rahmat ini. Kabar sukacita ini menggema di seluruh pelosok Keuskupan Larantuka. Kita semua diajak untuk menghayati momen rahmat ini dalam semangat Satu Tubuh, Satu Roh, Satu Harapan. Semangat ini serentak menjadi undangan bagi seluruh umat agar semakin menyadari bahwa kita adalah satu persekutuan, satu kawanan, dan satu keluarga besar Keuskupan Larantuka. Karena itu, peristiwa iman ini hendaknya menjadi kesempatan bersama untuk memperkuat persaudaraan dan memperdalam komitmen kita sebagai Gereja Kristus. Peristiwa penahbisan Uskup merupakan momen iman yang sangat bermakna bagi Gereja, khususnya bagi Gereja Lokal Keuskupan Larantuka. Kehadiran seorang gembala baru adalah anugerah Tuhan bagi umat-Nya. Oleh karena itu, seluruh rangkaian acara, mulai dari penjemputan, perayaan Vesper Agung, Upacara Tahbisan, hingga Misa Pontifikal – dirancang dan dilaksanakan dengan penuh kekhidmatan, tanggung jawab, serta semangat kebersamaan. Akan halnya ini, panitia mengemas seluruh rangkaian acara dalam Buku panduan sederhana. Buku ini disusun sebagai pedoman bagi seluruh panitia, petugas liturgi, para bapak Uskup, para imam, tamu undangan, dan umat, agar setiap tahapan acara dapat berjalan secara tertib, terkoordinasi, dan sesuai dengan tata perayaan Gereja Katolik. Buku panduan ini selain berisi seluruh rangkai acara, mulai dari penjemputan hingga misa pontifikal, juga berisi Curiculum Vitae bapak Uskup Larantuka, Mgr. Yohames Hans Monteiro. Akhir kata, semoga buku panduan ini dapat membantu menciptakan keselarasan gerak dan pemahaman bersama demi kelancaran seluruh rangkaian acara Penjemputan, Vesper Agung, Tahbisan dan Misa Pontifikal Uskup Larantuka.*** Panitia CURICULUM VITAE MGR. YOHANES HANS MONTEIRO Yohanes Hans Monteiro, yang akrab disapa Hans, lahir di Larantuka pada tanggal 15 April 1971, dalam keluarga Larantuka dengan latar budaya yang beragam: ayah Yakobus Monteiro berasal dari suku Monteiro, sedangkan ibu Rosa Daton dari suku Daton. Konstelasi budaya ini membentuk identitas awal yang kaya akan nilai tradisi. Ia memiliki empat saudara: Bartholomeus Nara Monteiro, Fransiskus Monteiro (alm.), Katharina Yetty Monteiro, dan Fransiskus Sevi Monteiro. Pendidikan dasar dilaluinya di SDK Larantuka III di LokeaLarantuka pada tahun 1977-1983. Sementara Sekolah Menengah Pertama dijalaninya di SMPK Mater Inviolata–Larantuka pada tahun 1983-1985. Pendidikannya sebagai calon imam diawalinya di Seminari Menengah San Dominggo Hokeng-Larantuka dari tahun 1985 hingga tahun 1988. Setelah kurang lebih empat tahun mengenyam pendidikan di Seminari Menengah San Dominggo Hokeng, Hans memilih jalur Imam Projo Keuskupan Larantuka dengan menjalani Tahun Orientasi Rohani (TOR) di Lela pada tahun 1989. Setelah setahun menjalani Tahun Orientasi Rohani, Hans melanjutkan proses pendidikan di Seminari Tinggi St. Petrus Ritapiret dan studi Filsafat di STFK Ledalero dari tahun 1990 hingga tahun 1994. Setelah menyelesaikan studi S1 Filsafat, Hans menjalani Tahun Orientasi Pastoral (TOP) di Paroki St. Yosef Lewotobi, Keuskupan Larantuka dari tahun 1995 hingga tahun 1997. Selanjutnya, kembali ke Seminari Tinggi Santo Petrus Ritapiret, Hans semakin mantap meneguhkan jalan imamat. Dua tahun terakhir di Ritapiret (1997-1999) dipenuhi dengan refleksi mendalam dan pendalaman Teologi. Meski kesehatan tetap rapuh, ia memilih sikap penyerahan diri sepenuhnya kepada Tuhan. Dalam kerentanan itu, ia menemukan kekuatan rohani yang menegaskan bahwa imamat adalah panggilan untuk mengandalkan Allah, bukan diri sendiri. Setelah dua tahun menjalani studi Teologinya, Hans ditahbiskan sebagai Diakon pada 9 Mei 1999 di Ritapiret dan kemudian sebagai imam pada 14 Juli 1999 di Katedral Larantuka. Penempatan pertamanya sebagai formator di Seminari San Dominggo Hokeng menegaskan panggilan imamat yang berorientasi pada pendidikan dan pembinaan generasi baru. Dalam peran ini, Hans belajar bahwa imamat tidak hanya berhubungan dengan pelayanan liturgis, tetapi juga dengan tugas mendidik, membentuk karakter, dan menanamkan nilai rohani pada calon imam. Pada tahun 2004, Uskup Darius Nggawa memintanya untuk melanjutkan studi ke Wina, Austria. Di Wina, Hans mendalami Teologi Liturgi secara intensif hingga akhirnya meraih gelar Magister dan Doktor Teologi pada tahun 2018. Sambil menekuni studi, Hans terlibat aktif dalam pelayanan pastoral di paroki kota maupun desa. Selain itu, Hans dipercaya memimpin komunitas Katolik Indonesia di Wina. Sepulang dari Austria, Hans segera ditugaskan sebagai Dosen dan kemudian menjadi Wakil Rektor III di IFTK Ledalero, sekaligus formator di Seminari Tinggi Interdiosesan St. Petrus Ritapiret. Hidup dalam dua medan karya, seminari dan perguruan tinggi, menuntut kemampuan adaptasi yang tinggi serta kepekaan terhadap tanda zaman. Hans belajar bahwa seorang imam sekaligus pendidik harus mampu menjembatani kebutuhan rohani dan tuntutan akademik, sehingga keduanya saling memperkaya. Dengan cara ini, imamat dipahami sebagai panggilan yang dinamis: berakar pada tradisi iman, tetapi terbuka pada perubahan sosial dan regulasi modern, demi memastikan Gereja tetap hadir secara relevan dalam masyarakat. Pada tanggal 22 November 2025, Paus Leo XIV, melalui Nuncio Apostolik menunjuk Hans menjadi Uskup Larantuka, menggantikan Mgr. Fransiskus Kopong Kung yang telah memasuki usia pensiun. Beliau akan ditahbiskan menjadi Uskup di gereja Katedral Reinha Rosari Larantuka hari Rabu, tanggal 11 Februari 2026 dengan motto episkopalnya “Unum Corpus, Unus Spiritus, Una Spes” (Satu Tubuh, Satu Roh, Satu Pengharapan) yang diambil dari surat Rasul Paulus kepada umat di Efesus, 4:4. Misa Pontifikal akan dilaksanakan pada hari Kamis, tanggal 12 Februari 2026 di Gereja Katedral Reinha Rosari Larantuka. Habemus Episcopum Novum: “Kita punya seorang uskup yang baru” Mgr. Yohanes Hans Monteiro. Selamat datang bapak Uskup, selamat datang di tengah umat gembalaanmu. Kami seluruh umat Keuskupan Larantuka siap mendukungmu dalam seluruh karya pastoral Gereja, karena kami menyadari bahwa karya pastoral sesungguhnya adalah karya Tuhan sendiri.*** RANGKAIAN PERAYAAN TAHBISAN MGR. YOHANES HANS MONTEIRO I. CARA PENJEMPUTAN Bapak Uskup akan dijemput di Seminari Tinggi Interdiosesan St. Petrus Ritapiret – oleh: Ketua Umum Panitia: RD. Adeodatus Hendrikus Leni Perwakilan para Imam: RD. Leo Lewokrore dan RD. Antonius Londa Diazyanto Perwakilam DPP: Ketua DPP St. Ignatius Waibalun Perwakilan Pemerintah: Sekda Flores Timur Perwakilan Tokoh Agama: Protestan, Islam, Hindu. Tokoh Masyarakat/Umat: Ibu Rosalia Noi Tokoh Adat: Bapak Frans Nara Maran Ceremoni Adat penjemputan dan penerimaan masuk wilayah Keuskupan Larantuka dilaksanakan di Boru – Paroki Santa Maria Ratu Semesta Alam – Hokeng. Kemudian Bapak Uskup akan diterima lagi di simpang Nobo, oleh Umat Paroki St. Yosef – Lewotobi, tempat dimana Bapak Uskup Terpilih menjalankan Tahun Orientasi Pastoralnya sebelum ditahbiskan menjadi Imam, dilanjutkan dengan santap siang bersama di Nobo. Selanjutnya, Bapa Uskup dan rombongan akan bertolak ke Larantuka. Di pertigaan jalan menuju tanah leluhur (Oka) Bapak Uskup akan diterima oleh Keluarga Besar DATON dalam suguhan adat dan pengalungan untuk selanjutnya akan dihantar masuk ke Gerbang Kota Reinha, dan diarak mengelilingi kota Larantuka. Di Gerbang Gereja Katedral, Bapak Uskup akan diterima secara langsung oleh: Pastor Paroki Katedral, DPP dan umat Paroki Katedral dengan sapaan dan tarian “Muro Ae”, Larantuka, dan selanjutnya memasuki Gereja Katedral untuk mempersembahkan Doa Syukur kepada Allah. Dari Gereja Katedral, Bapak Uskup Terpilih diarak menuju Istana San Dominggo. Di gerbang Istana, Bapak Uskup akan diterima oleh Lembaga Adat dari pihak Kerajaan Larantuka bersama Pou Suku Lema, untuk selanjutnya diantar menuju pendopo Uskup dan diterima oleh Administrator Apostolik dan Kuria Keuskupan, para Imam, Biarawan-wati. II. ESPER AGUNG Vesper Agung akan dilaksanakan pada hari Selasa, 10 Februari 2026 di Gereja Santa Maria Pembantu Abadi, Weri pada pukul 17.30 Wita. Seluruh rangkaian kegiatan Vesper Agung akan diatur oleh panitia lokal paroki Weri bersama panitia umum Tahbisan Uskup Larantuka. Vesper Agung akan dipimpin oleh Mgr. Siprianus Hormat, Uskup Ruteng, didampingi oleh para Uskup region NUSRA. Pengkotbah RD. Philipus Ola Daen, Staf Formator Seminari Tinggi Interdiosesan Ritapiret, Setelah Vesper Agung, akan dilaksanakan santap malam bersama di aula paroki Weri, disiapkan pula acara-acara hiburan. III. CARA TAHBISAN Perayaan Tahbisan Uskup Larantuka akan dilaksanakan pada hari Rabu, 11 Februari 2026, di Gereja Katedral Reinha Rosari Larantuka pada pkl. 08.00 Wita. Perayaan tahbisan ini akan dipimpin oleh Mgr. Fransiskus Kopong Kung, yang didampingi oleh Mgr. Paulus Budi Kleden, Uskup Agung Ende dan Mgr. Ewaldus Martinus Sedu, Uskup Maumere. Setelah ekaristi tahbisan, para Uskup akan mengahadiri acara makan siang bersama para Imam, Biarawan/i, Undangan dan Umat di pelataran Gereja Katedral Reinha Rosari Larantuka. IV. MISA PONTIFIKAL Misa Pontifikal Uskup Larantuka, akan dilaksanakan di Gereja Katedral Reinha Rosari Larantuka pada hari Kamis, 12 Februarii 2026 pada pukul 08.30 Wita. Perayaan ini akan dipimpin langsung oleh Mgr. Yohanes Hans Monteiro, Uskup Larantuka yang baru. ***(*/Karolus Kia Burin) Post Views: 13 Navigasi pos Natal Bersama K3M Kupang, Gubernur Melki Dorong Kontribusi Komunitas Membangun NTT JADI GARAM DI LAYAR PONSEL