Satu Abad Serikat Santa Ana: Kemenag Lembata Tegaskan Keluarga sebagai Benteng Iman dan Karakter Generasi LEMBATA : WARTA-NUSANTARA.COM— Perayaan Syukur Satu Abad Serikat Santa Ana se-Dekenat Lembata bukan sekadar momen nostalgia sejarah, melainkan panggilan ulang untuk memperkuat fondasi keluarga Katolik. Ribuan umat dari seluruh paroki di Dekenat Lembata memadati Gereja Santo Petrus dan Paulus Lamalera pada Minggu (26/7/2026) untuk merayakan tonggak sejarah ini. Acara puncak yang berlangsung selama empat hari (23–26 Juli 2026) ini mengusung tema “Peran Santa Ana dalam Pembinaan Keluarga Katolik”. Ekaristi syukur dipimpin langsung oleh Vikaris Jenderal Keuskupan Larantuka, RD. Hendrikus Leni, menjadi refleksi mendalam tentang bagaimana keteladanan Santa Ana dapat diaktualisasikan di tengah tantangan zaman modern. Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Kabupaten Lembata, Jamaludin Malik, hadir memberikan sambutan istimewa. Ia menekankan bahwa keluarga adalah unit terkecil namun paling strategis dalam membentuk karakter bangsa. “Santa Ana mengajarkan kita bahwa pembinaan iman tidak dimulai dari gedung gereja yang megah, melainkan dari meja makan dan ruang keluarga. Rumah adalah sekolah pertama bagi anak untuk mengenal Tuhan, menghidupi kasih, dan membangun karakter yang tangguh,” ujar Jamaludin. Menurutnya, generasi yang religius dan berakhlak mulia lahir dari lingkungan keluarga yang hangat dan penuh nilai spiritual. Ketika iman tertanam kuat sejak dini, anak-anak akan tumbuh menjadi individu yang mampu menjaga persaudaraan, menghargai keberagaman, dan menjadi agen perdamaian di masyarakat. Kakanmenag Lembata, Jamaludin Malik juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara keluarga, institusi gereja, dan pemerintah. Sinergi ini diperlukan agar pembinaan generasi tidak berjalan parsial, melainkan holistik dan berkelanjutan. “Pemerintah melalui Kementerian Agama berkomitmen mendukung penguatan keluarga sebagai pusat pendidikan nilai. Namun, tanpa dukungan aktif dari orang tua dan pendampingan rohani dari gereja, upaya ini tidak akan maksimal,” tambahnya. Di tengah kemajemukan agama yang menjadi ciri khas Kabupaten Lembata, Jamaludin mengingatkan bahwa kerukunan adalah anugerah sekaligus modal sosial utama pembangunan daerah. “Semangat persaudaraan yang tumbuh di Lembata harus terus dijaga. Kerukunan umat beragama bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi panggilan bersama seluruh elemen masyarakat. Kita harus menciptakan kehidupan yang damai, harmonis, dan saling menguatkan,” tegasnya. Ia berharap momentum Satu Abad Serikat Santa Ana ini tidak hanya dirayakan secara seremonial, tetapi menjadi bahan bakar baru bagi setiap keluarga Katolik untuk lebih aktif membina iman anak-anak mereka. Ketua Dewan Pastoral Paroki (DPP), Antonius Boli Asinu, menyampaikan apresiasi tinggi atas kehadiran dan dukungan Kementerian Agama Kabupaten Lembata. Menurutnya, kehadiran pejabat Kemenag menunjukkan komitmen nyata negara dalam melindungi dan memfasilitasi kehidupan beragama umat Katolik. “Dukungan ini memberi semangat bagi kami untuk terus menjaga kualitas pembinaan iman di tingkat basis, sekaligus menjaga tali persaudaraan dengan umat beragama lain,” kata Antonius. Perayaan Satu Abad ini diharapkan menjadi titik tolak bagi revitalisasi peran keluarga Katolik di Lembata. Sejalan dengan program “Kemenag Berdampak”, penguatan keluarga dipandang sebagai kunci utama dalam mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara spiritual dan sosial. Dengan berakhirnya rangkaian kegiatan pada 26 Juli 2026, warisan spiritual Serikat Santa Ana kini diteruskan ke tangan generasi muda, siap menghadapi masa depan dengan iman yang kokoh dan karakter yang unggul. #RAM/Sarinita Post Views: 22 Navigasi pos BERANI MELEPASKAN