Uskup Mgr. Monteiro Kunker Perdana Meriah di Dekenat Lembata

LEMBATA : WARTA-NUSANTARA.COM— Uskup Larantuka, Mgr. Yohanes Hans Monteiro melakukan kungungaj kerja (Kunker) kegembalaan perdana di Lewoleba, Dekenat Lembata. Kedatangan Uskup Mointero, pada Sabtu (14/03/2026), disambut meriah oleh umat Katolik yang telah menantikan momentum tersebut sejak pagi.



Umat tampak memadati kawasan Pelabuhan Laut Lewoleba sejak pagi untuk menyaksikan secara langsung kedatangan perdana gembala baru mereka di tanah Lembata, Nusa Tenggara Timur, Suasana pelabuhan dipenuhi wajah-wajah penuh sukacita dan harapan.



Saat Mgr. Hans Mointero tiba dan menginjakkan kaki di Lewoleba, umat yang telah menunggu langsung menyambutnya dengan hangat. Dalam prosesi adat, Yang Mulia disapa secara Tradisional Lamaholot dengan meminum tuak dari cawan tempurung serta mengisap tembakau koli, sebagai tanda syukur dan penghormatan atas kedatangannya sebagai uskup yang baru ditahbiskan bagi Keuskupan Larantuka.



Usai prosesi penyambutan, Mgr. Hans kemudian melanjutkan perjalanan menuju Gereja Paroki St. Maria Banneux Lewoleba. Sepanjang jalan, masyarakat dan anak-anak sekolah tampak berdiri di tepi jalan untuk menyambut dan melihat secara langsung sosok uskup mereka.
Setibanya di halaman Gereja St. Maria Banneux, suasana semakin semarak dengan tarian adat yang mengiringi kedatangannya.Tepuk tangan umat mengiringi langkah sang uskup saat memasuki kompleks gereja.



Sambutan juga disampaikan oleh Pastor Paroki Maria Banneux Lewoleba, RD. Blasius Kleden, di halaman gereja, menandai momen pertama kunjungan resmi Mgr. Hans Mointero di pusat Paroki Lewoleba. Umat dari berbagai paroki di Kabupaten Lembata turut hadir dalam penyambutan tersebut.

Dalam homili singkatnya di Gereja St. Maria Banneux, Mgr. Hans Mointero mengajak umat untuk merenungkan pentingnya persatuan dalam kehidupan iman. Ia menekankan pesan tentang “Satu Roh, Satu Tubuh, Satu harapan.”
Menurutnya, kehidupan beriman tidak dibangun atas keinginan untuk membenarkan diri sendiri, melainkan melalui kerendahan hati di hadapan Tuhan.
“Ketika kita selalu ingin membenarkan diri, kita mudah kehilangan kesatuan. Sikap yang paling benar adalah tunduk rendah di hadapan Tuhan, karena Ia adalah Allah yang berbelas kasih,” ujar Mgr. Hans.
Ia juga mengingatkan umat bahwa pengalaman akan kasih Allah seharusnya mendorong manusia untuk memuliakan Tuhan, sebagaimana tertulis dalam Mazmur: “Jiwaku memuliakan Tuhan karena perbuatan-Nya yang baik.”
Mgr. Hans menegaskan bahwa kunjungannya ke Lewoleba merupakan bagian dari kerinduannya untuk bertemu secara langsung dengan umat yang kini dipercayakan kepadanya.
“Saya hadir di sini sebagai uskup yang telah ditahbiskan untuk melihat umatku, kawanan dombaku,” ungkapnya.
Ia menyebut tanah Lembata sebagai bagian penting dari perjalanan Gereja di Keuskupan Larantuka dan mengajak umat untuk terus membangun kebersamaan dalam semangat persaudaraan.
“Marilah kita menjalin hidup dalam semangat persatuan — satu tubuh, satu roh, satu harapan,” tutup Mgr. Hans Mointero.
Kedatangan Mgr. Hans Mointero di Lewoleba menjadi momentum penuh sukacita bagi umat Katolik di Lembata, sekaligus menandai awal perjalanan pelayanan pastoralnya bersama umat di wilayah tersebut, ia akan memimpin perayaan Ekaristi di Paroki St. Maria Banneux, Minggu Pukul 08:00 WITA. ***(WN-01)












