Adonara Berkonflik, Kini Rekonsiliasi Damai, Wabup Flotim : Perang Tidak Hasilkan Pemenang

Adonara Berkonflik, Kini Rekonsiliasi Damai, Wabup Flotim : Perang Tidak Hasilkan Pemenang

ADONARA : WARTA-NUSANTARA.COM— Konflik sosial yang melibatkan warga dusun Bele desa Waiburak dan desa Narasaosina di Adonara Timur kembali terjadi pada Minggu (10/05) dan menyebabkan sejumlah kerugian material. Guna meredam dan mengupayakan rekonsiliasi damai paska konflik, Wakil Bupati Flores Timur, Ignasius Boli Uran didampingi Ketua DPRD, Albert Sinour serta unsur Forkopimda lainnya meninjau lokasi dan bertemu dengan sejumlah pihak di Kantor Camat Adonara Timur, Senin (11/05/2026).

Di depan warga, Wabup  Flotim, Ignasius Boli Uran memastikan agar dalam upaya rekonsiliasi damai ini agar kedua desa ini segera menghentikan konflik ini. Wabup pun menyayangkan bahwa konflik sosial seperti ini terus terjadi meskipun sudah ada upaya rekonsiliasi sebelumnya yang dilakukan oleh pemerintah.

“Urusan adat yang harusnya kita hargai namun dalam situasi peperangan ini seperti dilewati saja,” ungkapnya. Sehingga menurutnya upaya penanganan paska damai ini harus diselesaikan sesuai dengan hukum yang berlaku.

“Perang itu tidak menghasilkan pemenang, yang ada hanya kehancuran materiil dan dendam darah. Jadi jangan ada lagi konflik,” tegasnya. Wabup pun menegaskan bahwa sudah sewajarnya pemerintah meminta pertanggungjawaban moral bersama. Menurutnya, pertanggungjawaban harus diutamakan maka dari itu upaya hukum harus berjalan.

“Ruang negosiasi antara adat dan penegakan hukum harus selaras. Citra Lewotana sudah tidak lagi dijunjung oleh masyarakat dewasa ini sehinga mengesampingkan upaya-upaya mediasi dari awal. Kita sangat menghargai urusan adat namun ketika urusan adat menimbulkan konflik sosial seperti ini, masyarakat tidak lagi menganggap pemerintah sebagai orang tua yang perlu didengar. Maka konflik konflik sosial seperti ini akan terus terjadi,” sebutnya.

Ignas Boli kemudian menegaskan bahwa bantuan akan diberikan ketika sudah ada kata perdamaian.
“Selama belum ada kata damai maka tidak akan bantuan baik dari Pemerintah Daerah maupun Pemerintah Pusat,” tegasnya.

Ia pun sangat berharap agar kepala desa di kedua desa ini bisa menghimbau dan merangkul masyarakat secara baik, bicara dari hati kehati, melepaskan segala macam kepentingan apapun demi perdamaian. Masyarakat pun diharapkan memahami situasi di Flores Timur saat ini yang masih berkutat dengan persoalan erupsi dan relokasi penyintas gunung Lewotobi, konflik sosial di desa Bugalima dan desa Ile Pati, gempa bumi di Adonara dan Solor di tengah situasi kebijakan efisiensi anggaran yang semakin mengikis APBD.

Kabag Ops Polres Flores Timur juga memberikan peneguhan kepada kedua kepala desa ini. “Jangan sampai ada korban, jangan biarkan otak anak anak kita terbentuk menjadi manusia pendendam dampak dari peperangan ini,” ucapnya.

Ketua DPRD Albertus Ola Sinuor mengungkapkan rasa apresiasinya terhadap para aparat keamanan Polri, TNI, BRIMOB ataupun SatPol PP yang selama ini telah menjaga keamanan secara kondusif dari awal konflik. Sinuor juga mendukung Pemerintah Daerah dalam hal ini Bupati dan Wakil Bupati.

“Bupati dan Wakil Bupati bukan hanya berperan sebagai pemimpin namun juga hadir sebagai sosok orang tua yang harus didengar,” ungkapnya.

Ia pun mengajak seluruh pihak untuk saling saling menghargai dalam setiap upaya hukum yang sedang berproses, dan menegaskan dukungan lembaga DPRD untuk mendukung secara penuh proses penyelesaian hukum dalam peristiwa ini.  ***(Prokopim Flores Timur)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *