Bersih-Bersih Sambil Bercanda! ASN Kemenag Lembata Ubah Jumat Jadi Momen Kebersihan yang Menyegarkan LEMBATA : WARTA-NUSANTARA.COM— Siapa bilang membersihkan kantor harus membosankan dan melelahkan? Di Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Lembata, suasana hari Jumat 5 Juni 2026, justru berubah menjadi ajang kegembiraan. Melalui program “Jumat Sehat & Bersih-Bersih”, jajaran ASN lingkup Kememenag Lembata tidak lagi berkutat dengan program kerja yang melelahkan di balik meja, hari ini semuanya turun tangan bersama menyapu, mengepel, dan merapikan lingkungan kerja sambil diiringi tawa dan canda serta iringan lagu yang menghibur terdengar dari sount outdoor yang menghentak jantung. Aksi ini bukan sekadar rutinitas wajib, melainkan sebuah gerakan kolektif untuk menciptakan rasa memiliki (sense of belonging) terhadap kantor sebagai “rumah kedua”. ujar Kakan Menag Lembata. Dari Stres Menjadi Segar: Terapi Kebersihan Bersama Kepala Kantor Kemenag Lembata memimpin langsung aksi ini dengan pendekatan yang santai namun serius. “Kita tidak ingin kebersihan menjadi beban. Justru, ini adalah momen kita melepas penat sejenak dari tumpukan administrasi. Ketika kita bergerak bersama, keringat yang keluar diganti dengan kebugaran tubuh dan ketenangan pikiran,” Tegasnya sembari melepaskan senyum khasnya. Suasana kantor yang biasanya hening dan tegang, mendadak hidup. Para pegawai saling bahu-membahu. Ada yang bertugas memangkas tanaman liar di halaman, ada yang menata arsip agar lebih rapi, dan ada yang bersenda-gurau saat membersihkan jendela. Debu-debu lama diusir, digantikan oleh udara segar dan energi positif. Dilandasi Hukum, Dijalankan dengan Hati Awak kami saat berada di sana mengamati suasananya terasa lebih santai dan penuh kekeluargaan, kegiatan ini berujuk pada kebijakan pada landasan hukum yang kuat. Pemerintah Indonesia mewajibkan setiap instansi untuk menyediakan lingkungan kerja yang sehat dan aman. Sudah seyogyanya dan bukan suatu paksaan, melainkan hak dasar setiap pekerja untuk bekerja di tempat yang layak. Ujar Kakan Menag Lembata di selah-selah kesibukannya dalam kebersamaan gotong royong. Lebih lanjut Kakan Menag Lembata menjelaskan payung hukum yang mendukung gerakan positif ini dan bukan tanpa alasan untuk melakukannya. Kita dapat menyimak Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja: Menjamin hak pekerja atas lingkungan yang bebas dari bahaya penyakit akibat kerja, termasuk debu dan kotoran. Permenaker RI No. 5 Tahun 2018 tentang K3 Lingkungan Kerja: Menetapkan standar kebersihan udara dan ruang kerja sebagai bagian dari kesehatan mental dan fisik ASN. PP Nomor 50 Tahun 2012 tentang SMK3: Mewajibkan pengendalian lingkungan kerja agar aman, sehat, dan nyaman bagi seluruh elemen instansi. Dan Budaya Kerja ASN (Menpan RB): Menjaga kebersihan adalah wujud integritas dan disiplin diri yang profesional. Dengan memahami dasar hukum ini, para pegawai tidak merasa “diperintah”, tetapi merasa “dilindungi” haknya untuk bekerja dalam kondisi terbaik. Jelasnya lebih lanjut. Dampak Nyata: Kantor Kinclong, Hati Tenang Perubahan suasana membawa dampak signifikan. Staf seksi Pendidikan Islam, salah satu yang aktif, berbagi cerita: “Awalnya saya pikir ini cuma formalitas. Tapi ternyata, setelah lantai kinclong dan meja rapi, kepala jadi lebih jernih. Pekerjaan yang tadinya terasa berat, sekarang bisa diselesaikan dengan lebih fokus. Rasanya seperti mendapat terapi gratis!” Senyum Jamaludin saat bersama bergotong rotong. Selain meningkatkan produktivitas, gerakan ini juga berhasil menekan keluhan kesehatan ringan seperti alergi debu atau sakit punggung karena posisi duduk yang terlalu lama tanpa aktivitas fisik. Tambahnya. Tantangan Utama: Menjaga Api Semangat Tetap Menyalah Kunci dari kesuksesan “Jumat Sehat” ini bukanlah pada seberapa bersih kantornya dalam satu hari, melainkan pada konsistensi dan kekompakan. Kemenag Lembata berkomitmen untuk terus menjaga momen ini sebagai tradisi positif. Himbau Jamaludin. Mengakhiri percakapannya belaiu berpesan “Jangan biarkan debu menumpuk, jangan biarkan hati mengeluh. Mari kita rawat kantor ini dengan cinta, karena dari sini kita melayani umat.” Gerakan ini menjadi bukti bahwa perubahan besar bisa dimulai dari hal sederhana: sebuah sapu, sebuah pel, dan senyuman rekan sekerja. Terima kasih bapak Haji, ujar awak kami sesaat sebelum meninggalkannya. Salam Sehat, Salam Kompak, Salam Kemenag Lembata! #RAM Post Views: 27 Navigasi pos GURU BESAR DARI KAMPUNG KECIL PROF. DR. DRS. THOMAS TOKAN PUREKLOLON, M.Si., M.M., M.Ph.