Wagub Johni Asadoma: Gereja Mitra Strategis Pemerintah dalam Membangun SDM dan Daerah Kupang, 7 Agustus 2026 KUPANG : WARTA-NUSANTARA.COM— Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Johni Asadoma, menghadiri kegiatan ‘Saat Teduh Bersama dan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR)’ bersama Ps. Philip Mantofa yang diselenggarakan oleh Gereja Mawar Saron (GMS) Kupang, Jumat (7/8/2026) malam, bertempat di Stadion Oepoi, Kota Kupang. KKR tersebut mengusung tema “Yesus Berkat Terbesar di Hidupku” dan diikuti dengan antusias oleh masyarakat Kota Kupang dan sekitarnya. Dalam sambutannya, Wakil Gubernur, Johni Asadoma menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi NTT terus berupaya menghadirkan pembangunan yang berpihak kepada masyarakat. Menurutnya, pembangunan sejatinya tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus menyentuh aspek pembangunan karakter, moral, dan spiritual masyarakat. “Kami menyadari bahwa pembangunan tidak hanya diukur dari jalan yang dibangun, sekolah yang didirikan, atau pertumbuhan ekonomi yang meningkat. Pembangunan sejati juga harus menyentuh pembangunan karakter, moral, dan spiritual masyarakat,” ungkapnya. Dalam konteks tersebut, Wagub Johni memberikan apresiasi kepada gereja dan berbagai lembaga keagamaan yang selama ini terus mengambil bagian dalam membangun kualitas manusia di NTT. “Oleh karena itu, kami sangat mengapresiasi setiap pelayanan gereja dan lembaga keagamaan yang terus membangun manusia secara utuh. Kami percaya bahwa ketika masyarakat memiliki iman yang kuat, maka akan lahir pribadi-pribadi yang jujur, bertanggung jawab, pekerja keras, serta memiliki kepedulian terhadap sesama,” ujarnya. Lebih lanjut, Wagub Johni menegaskan bahwa gereja merupakan mitra strategis pemerintah dalam mendukung percepatan pembangunan daerah. Kolaborasi antara pemerintah dan gereja, menurutnya, dapat diperkuat dalam menjawab berbagai persoalan sosial yang masih dihadapi masyarakat NTT. “Gereja merupakan mitra strategis pemerintah dalam mendorong percepatan pembangunan daerah. Gereja dapat mendukung pengentasan berbagai persoalan seperti stunting dan kemiskinan. Selain itu, gereja juga dapat mengambil bagian dalam berbagai bentuk pembangunan di wilayah NTT,” tegasnya. Wagub Johni juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjadi terang dengan menghadirkan kasih dan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, iman tidak hanya diwujudkan dalam kehidupan spiritual, tetapi juga harus tercermin melalui sikap dan tindakan nyata di tengah masyarakat. “Menjadi terang berarti menghadirkan kasih di tengah kebencian, menghadirkan pengharapan di tengah keputusasaan, menghadirkan kejujuran di tengah godaan korupsi, serta menghadirkan semangat melayani di tengah kehidupan bermasyarakat. Inilah nilai-nilai yang sangat dibutuhkan untuk membangun Nusa Tenggara Timur menjadi daerah yang semakin maju, sehat, cerdas, sejahtera, dan berkelanjutan,” katanya. Selain itu, Wagub Johni mengingatkan pentingnya menjaga persatuan, toleransi, dan kerukunan sebagai fondasi utama dalam membangun NTT. Ia menyebut keberagaman yang dimiliki NTT sebagai kekuatan yang harus terus dirawat bersama. “NTT dikenal sebagai Nusa Terindah Toleransinya. Karena itu, saya mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan kerukunan. Ketika masyarakat hidup dalam damai, maka pendidikan akan berkembang, ekonomi bertumbuh, investasi meningkat, dan kesejahteraan masyarakat pun akan semakin nyata,” tambahnya. Menutup sambutannya, Wagub Johni menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Ps. Philip Mantofa serta seluruh pengurus Gereja Mawar Saron Kupang yang telah menyelenggarakan kegiatan KKR tersebut. “Mewakili Pemerintah dan masyarakat Provinsi NTT, saya menyampaikan terima kasih kepada Ps. Philip Mantofa dan seluruh pengurus GMS yang telah menyelenggarakan KKR ini. Ini merupakan KKR yang kesekian kalinya dilaksanakan di Kota Kupang, Provinsi NTT, dan saya melihat antusiasme masyarakat yang sangat besar dalam mengikuti kegiatan ini,” pungkasnya. Menurut Wagub Johni, tingginya antusiasme masyarakat dalam mengikuti kegiatan tersebut menunjukkan bahwa kegiatan kerohanian memiliki peran penting dalam memperkuat kehidupan iman sekaligus membangun karakter masyarakat. Ia berharap semangat kebersamaan, kasih, persaudaraan, dan toleransi yang dibangun melalui kegiatan tersebut dapat terus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari serta menjadi bagian dari upaya bersama membangun NTT. ***(Siaran Pers Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT, diterima Warta-Nusantara.com Penulis-Foto : Charles Gunawan Video: Dio Ceunfin) Post Views: 22 Navigasi pos Wagub Ajak Pemuda Jadikan Gereja Pusat Pembinaan Iman dan Karakter, Generasi Muda Bermazmur, NTT Bertumbuh