Kakanmenag Lembata: Kebahagiaan Tumbuh dari Pikiran Positif dan Perawatan Tubuh LEMBATA : WARTA-NUSANTARA.COM— Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakanmenag) Kabupaten Lembata H. Jamaludin Malik, S.Ag. menyatakan bahwa poin-poin positif berperan besar dalam mendorong kesehatan jiwa bahkan fisik. Hal itu disampaikan dalam amanatnya pada apel Senin, 2 November 2026. Menurut Jamaludin, manusia yang bahagia adalah manusia yang bermanfaat bagi sesama. “Poin-poin positif berkontribusi besar mendorong kesehatan jiwa bahkan fisik,” ujarnya. Ia menambahkan, kebahagiaan bukan sesuatu yang pasif. Kebahagiaan perlu dibangun melalui cara berpikir positif dan tindakan nyata, termasuk memperhatikan hak-hak tubuh, kebutuhan jasmani atau penampilan diri, serta kebersihan badan. Pandangan tersebut sejalan dengan psikologi positif. Martin Seligman menegaskan bahwa kebahagiaan dapat dilatih melalui pengembangan kekuatan diri, rasa syukur, optimisme, dan hubungan sosial yang sehat. Barbara Fredrickson melalui teori broaden-and-build menjelaskan bahwa emosi positif memperluas cara berpikir seseorang dan membangun sumber daya pribadi yang tahan lama. Dari sisi kesehatan, optimisme dan emosi positif dikaitkan dengan kadar kortisol yang lebih terkendali, kualitas tidur yang lebih baik, sistem imun yang lebih kuat, serta risiko gangguan kardiovaskular yang lebih rendah. Dengan demikian, pikiran positif memengaruhi kesehatan jiwa dan tubuh secara timbal balik. Jamaludin juga menekankan pentingnya merawat diri. Psikolog Elizabeth Santosa menegaskan bahwa kepercayaan diri dapat tumbuh dari kebersihan diri. Penampilan yang terawat memengaruhi persepsi orang lain dan cara seseorang memandang dirinya. Rutinitas merawat diri dapat menjadi ritual yang menenangkan, mengurangi stres, dan meningkatkan suasana hati. Riset mengenai body appreciation menunjukkan bahwa orang yang menghargai tubuhnya cenderung memiliki tingkat kesejahteraan yang lebih tinggi dan lebih kecil kemungkinannya mengalami depresi, kecemasan, atau gangguan makan. Karena itu, perawatan tubuh sebaiknya diarahkan pada fungsi dan kesehatan tubuh, bukan semata-mata pada penampilan luar. Jamaludin menegaskan bahwa membuat diri bahagia merupakan keterampilan yang dapat dilatih. Pola pikir positif dan penghargaan terhadap tubuh melalui kebersihan serta perawatan diri tidak hanya membuat seseorang lebih bahagia secara emosional, tetapi juga membantu membangun kesehatan fisik dan ketahanan mental yang lebih baik. #RAM Post Views: 22 Navigasi pos Wagub Johni Tinjau Pos Imigrasi Maritaing dan Serap Aspirasi Warga, Perkuat Pelayanan di Perbatasan Pemkab Lembata Perluas Perlindungan Jaminan Sosial, 4.680 Pekerja Rentan Terdaftar dalam Program BPJS Ketenagakerjaan