Bersama Dr. Alwan Suban, M.Ag, Ketua Yayasan Amal Lamakera Indonesia (YAMALI) Flores Timur, Lamakera 6/7/2026 FLOTIM : WARTA-NUSANTARA.COM— Dalam sambutan resmi saat pembukaan acara Reuni VII PKLS sekaligus Musyawarah Nasional II YAMALI, Dr. Alwan Suban mengawali dengan ungkapan syukur ke hadirat Allah SWT, yang telah mempertemukan kembali keluarga besar Lamakera di aula MTs. Negeri 2 Flores Timur pada tanggal 3 hingga 7 Juli 2026. Ia menyampaikan penghormatan setinggi-tingginya kepada Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal RI, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Wakil Gubernur NTT, Bupati Flores Timur, serta seluruh pejabat, tokoh agama, tokoh masyarakat, Tujuh Suku Lamakera dan hadirin yang hadir. Alwan menjelaskan bahwa acara yang mengusung tema “Meneguhkan Solidaritas Diaspora, Memperkokoh Institusi YAMALI dan Melanjutkan Pembangunan Lamakera Sebagai Episentrum Peradaban Islam” hal ini mengangkat Lamakera bukan sekadar sebagai kampung nelayan di ujung timur Pulau Solor, melainkan sebagai tanah leluhur yang menjadi sumber nilai budaya, keislaman, dan tata krama yang dijaga hingga kini. Ia pun mengenang betapa julukan “Desa Santri” melekat kuat di sana, di mana anak-anak sejak dulu dikenal disiplin menempuh pendidikan, beribadah, dan mengaji, yang kemudian membawa mereka menyebar ke berbagai penjuru nusantara dan dunia sebagai diaspora, namun hati tetap terpaut pada tanah kelahiran. Dr. Alwan menegaskan bahwa pertemuan ini bukan sekadar kegiatan bernostalgia, melainkan wadah untuk menyatukan pemikiran guna melanjutkan pembangunan yang telah dirintis pendahulu, almarhum H. Abdul Syukur ID dan Taher Parasong, baik dalam pembangunan fisik maupun pengembangan jiwa, pendidikan, ekonomi, dan identitas keislaman. Ia juga menegaskan kembali komitmen bahwa YAMALI adalah rumah besar milik seluruh anak cucu Lamakera, bukan milik kelompok tertentu, sehingga memperkokoh lembaga ini berarti memperkuat fondasi bersama untuk mewujudkan cita-cita pembangunan. Usai acara berakhir, dalam wawancara lanjutnya, Dr. Alwan menyampaikan pesan inti bahwa seluruh anak cucu Lamakera bersatu dalam satu darah, satu tanah air, dan satu tujuan. Lebih lanjut Alwan menegaskan ikatan batin dengan tanah kelahiran tidak akan pernah putus meski warga merantau ke mana pun, dan mengajak semua pihak merawat YAMALI bersama agar cita-cita menjadikan daerah ini sebagai mercusuar peradaban Islam di wilayah timur dapat terwujud. Terkait langkah ke depan, Suban menjelaskan bahwa kali ini telah tersusun rencana kerja yang terukur, dengan fokus pada peningkatan kualitas pendidikan dan pemberian beasiswa kepada anak yang kurang mampu, tapi berkemaun kuat dan memilih kemampuan akademik, penguatan ekonomi nelayan serta usaha mikro lokal, serta pelestarian tradisi dan sejarah Islam Lamakera agar identitas daerah tidak hilang digerus zaman. Sebelum mengakhiri, Dr. alwa juga menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas kehadiran jajaran pejabat tinggi negara dan daerah, serta berharap dukungan tersebut tidak berhenti pada saat acara berlangsung saja, melainkan berlanjut dengan keberpihakan khusus untuk mempercepat pembangunan infrastruktur, akses pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi di wilayah Solor Timur, khususnya Lamakera. Terkait upaya menjaga julukan “Desa Santri” di tengah arus modernisasi, Dr. Alwan menyatakan bahwa amanah besar ini akan terus dijaga, dengan tetap mempertahankan budaya keagamaan sekaligus melengkapinya dengan penguasaan keterampilan zaman sekarang, sehingga generasi muda Lamakera tumbuh menjadi pribadi yang cerdas dalam ilmu agama maupun ilmu umum, serta berakhlak mulia ke mana pun mereka pergi. #RAM Post Views: 35 Navigasi pos Warisan Suci Abdul Syukur ID Dibangkitkan! Ribuan Diaspora Pulang, Lamakera Siap Menata Sejarah Peradaban