DPR Amerika Dorong Pemakzulan Presiden Donald Trump

DPR Amerika Dorong Pemakzulan Presiden Donald Trump

WASHINGTON : WARTA-NUSANTARA.COM–  Desakan memakzulkan Presiden Donald Trump semakin menguat di Kongres Amerika Serikat. Tekanan ini muncul seiring kekhawatiran sejumlah anggota DPR terhadap kondisi mental Trump, yang disebut-sebut menunjukkan gejala penurunan kognitif atau demensia, serta perilaku penyimpangan kepribadian narsistik (NPD) yang dinilai berdampak pada gaya kepemimpinannya.

Dukungan terhadap langkah ini tidak hanya datang dari Partai Demokrat, tetapi juga mulai merambah sebagian kalangan konservatif.

Anggota DPR dari Partai Demokrat, Jamie Raskin, melalui surat resminya menyoroti berbagai pernyataan publik Trump yang dianggap semakin tidak logis, berubah-ubah, kasar, hingga bernada ancaman. Ia mendesak agar Gedung Putih segera melakukan tes kognitif terhadap presiden.

Oplus_16908288

Sementara itu, anggota DPR dari Connecticut, John Larson, telah mengajukan pasal pemakzulan yang berkaitan dengan konflik dengan Iran.

Larson menilai langkah perang yang diambil Trump tidak hanya berdampak pada kenaikan harga kebutuhan pokok di dalam negeri, tetapi juga telah menyebabkan jatuhnya korban jiwa warga AS.

Senada, Senator Andy Kim menilai Trump telah kehilangan legitimasi sebagai panglima tertinggi. Ia menegaskan kepercayaan publik terhadap presiden telah runtuh di tengah eskalasi konflik dengan Iran, dikutip dari Newsweek, Jumat, 10 April 2026.

Tekanan politik terhadap Trump juga datang dari anggota DPR lintas negara bagian. Lebih dari 60 legislator Demokrat dilaporkan telah menyuarakan dukungan terhadap pemakzulan, termasuk tokoh-tokoh progresif seperti Alexandria Ocasio-Cortez, Ilhan Omar, Rashida Tlaib, hingga mantan Ketua DPR Nancy Pelosi.

Dorongan pemakzulan ini turut diperkuat oleh hasil survei terbaru yang menunjukkan mayoritas publik Amerika Serikat mendukung langkah tersebut. Kebijakan Trump dinilai semakin melampaui batas, termasuk retorika keras yang kerap ia lontarkan.

Pernyataan ekstrem seperti “seluruh peradaban akan mati” bahkan dianggap sebagian pihak sebagai sinyal potensi kejahatan perang sekaligus ancaman terhadap keamanan nasional.

Ketegangan dengan Iran kini menjadi titik krusial yang mengubah dinamika politik di Washington. Situasi ini juga menandai babak baru dalam konflik internal di Gedung Putih, sekaligus memperbesar tekanan politik terhadap kepemimpinan Presiden Donald Trump  . ***.(*/WN-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *