GMNI Cabang Sikka Kecam Keras Tindakan Kekerasan Oknum Anggota Polres 

GMNI Cabang Sikka Kecam Keras Tindakan Kekerasan Oknum Anggota Polres 

MAUMERE : WARTA-NUSANTARA.COM—  Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Sikka mengecam keras tindakan pemukulan yang dialami salah satu kader GMNI Cabang Sikka yang diduga dilakukan oleh oknum aparat kepolisian saat berlangsungnya aksi pengawalan kasus pembunuhan Adik Noni.

Tindakan represif tersebut dinilai sebagai bentuk kekerasan yang mencederai demokrasi dan kebebasan menyampaikan pendapat di muka umum. GMNI Cabang Sikka menegaskan bahwa kadernya hadir dalam aksi sebagai bagian dari perjuangan moral untuk mengawal penegakan hukum dan menuntut keadilan atas kasus kemanusiaan yang menjadi perhatian publik.

GMNI Cabang Sikka menegaskan bahwa tindakan pemukulan terhadap kader organisasi merupakan bentuk intimidasi yang tidak dapat dibenarkan dalam negara hukum. Aparat keamanan seharusnya menjalankan tugas dengan pendekatan persuasif dan humanis, bukan menggunakan kekerasan terhadap mahasiswa.

“Kami mengecam keras tindakan pemukulan terhadap kader GMNI Cabang Sikka. Mahasiswa hadir menyuarakan keadilan, bukan untuk diperlakukan secara represif. Tindakan ini mencederai nilai demokrasi dan melukai rasa keadilan publik,” tegasnya.

GMNI Cabang Sikka mendesak institusi kepolisian agar segera memeriksa dan menindak tegas oknum yang terlibat dalam tindakan kekerasan tersebut secara terbuka dan profesional. Selain itu, GMNI juga meminta adanya jaminan perlindungan terhadap hak mahasiswa dalam menyampaikan pendapat di muka umum tanpa intimidasi maupun tindakan represif.

Peristiwa pemukulan terhadap kader GMNI Cabang Sikka ini dinilai menjadi alarm serius bagi kebebasan demokrasi dan relasi antara aparat keamanan dengan masyarakat sipil. Oleh karena itu, GMNI memastikan akan terus mengawal persoalan ini hingga ada kejelasan dan pertanggungjawaban dari pihak terkait.

GMNI Cabang Sikka menegaskan bahwa tindakan kekerasan tidak akan membungkam gerakan mahasiswa dalam memperjuangkan keadilan dan kebenaran. ***(ICHA-WN SIKKA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *