Gubernur NTT Tekankan Makan Bergizi Gratis Dampak Ekonomi Triliunan Rupiah

Gubernur NTT Tekankan Makan Bergizi Gratis Dampak Ekonomi Triliunan Rupiah

KUPANG : WARTA-NUSANTARA.COM—  Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, menegaskan pentingnya pembangunan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di seluruh kabupaten dan kota di NTT sebagai langkah strategis untuk menggerakkan perekonomian daerah. Pernyataan ini disampaikan saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD di Aston Kupang Hotel & Convention Center, Kamis (7/5/2026).

Potensi Ekonomi Besar dari Program MBG

Melki menyoroti bahwa kebijakan pemerintah pusat yang masuk ke daerah harus segera direspons dengan serius agar manfaat ekonominya dapat langsung dirasakan oleh masyarakat. Ia menjelaskan bahwa program dapur MBG memiliki potensi perputaran uang hingga hampir Rp6 triliun yang bisa mengalir ke NTT. “Kalau kita tidak bikin, yang rugi kita sendiri. Uang hampir Rp6 triliun masuk ke NTT,” jelas Melki.

Dukungan untuk Pelaku Usaha dan Pembiayaan

Lebih lanjut, gubernur menjelaskan bahwa keberadaan dapur MBG tidak hanya mendukung program nasional, tetapi juga membuka peluang usaha dan pembiayaan bagi masyarakat serta pelaku usaha lokal. Ia menegaskan bahwa tanpa dapur MBG, aliran dana tersebut tidak akan berjalan dengan optimal.

“Kalau dapurnya tidak ada, uang itu tidak bisa jalan. Pengusaha-pengusaha juga kalau sudah capek bikin tapi tidak maksimal, itu sayang,” katanya.

Selain itu, Melki menyebutkan adanya dukungan dari sektor perbankan yang mulai membuka peluang pembiayaan khusus untuk pembangunan dapur MBG. “Tadi saya dapat kabar ada salah satu bank yang kasih pinjaman sampai 3 sampai 4 bulan baru bayar bunga sekaligus pokoknya. Itu boleh juga,” bebernya.

Seruan untuk Keterlibatan Pemerintah Daerah

Gubernur mengajak para bupati, wali kota, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), hingga pejabat negara untuk aktif terlibat dalam pengembangan dapur MBG di daerah masing-masing. Ia menegaskan bahwa pembangunan dapur MBG harus segera dilaksanakan tanpa menunggu waktu lama.

“Kalau bisa para bupati, wali kota, pimpinan semua, kepala dinas, dapurnya bangun juga. Jangan tunggu nanti baru bergerak,” pungkasnya.

Dengan demikian, program dapur MBG bukan sekadar penyediaan makanan bergizi gratis, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi yang memberikan dampak luas bagi kesejahteraan masyarakat NTT.  *** (*/WN-01)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *