Guru Madrasah & RA Digembleng Siap Hadapi Tahun Ajaran Baru: Zero Tolerance Kekerasan & Perundungan! LEMBATA : WARTA-NUSANTARA.COM— Ballroom Olimpic mendadak berubah menjadi medan konsolidasi akbar! Senin (20/7/2026), ratusan guru madrasah dan Raudhatul Athfal (RA) negeri maupun swasta se-Kabupaten Lembata tumpah ruah mengikuti Apel Siaga Awal Tahun Pelajaran 2026/2027. Bukan sekadar seremoni belaka, apel yang dipimpin langsung Kepala Kantor Kemenag Lembata, Jamaludin Malik, ini adalah deklarasi perang terhadap degradasi mutu pendidikan dan kekerasan di lingkungan satuan pendidikan Islam! Kepala Kantor Kemenag Lembata, Jamaludin Malik tidak main-main dalam arahannya. Ia menegaskan dua mandat mutlak yang harus dieksekusi sejak hari pertama masuk sekolah: Gerakan Nasional Ruang Aman Nyaman Anak dan penguatan Asta Protas Kementerian Agama. Pesannya tegas dan tanpa kompromi: “Madrasah dan RA harus steril dari kekerasan dan perundungan! Ini bukan opsi, tapi kewajiban!” serunya menggugah. Lebih dari itu, Jamaludin menuntut guru untuk kembali ke esensi pendidikan karakter. Kedisiplinan, adab, dan mutu pembelajaran harus jadi prioritas, bukan hanya mengejar target kurikulum semata. Ia juga mengingatkan kepala madrasah agar memastikan tidak ada satu pun anak usia sekolah yang kehilangan hak pendidikannya, baik karena kendala ekonomi maupun akses layanan. Pendidikan Islam di Lembata harus inklusif dan berkeadilan! Disiplin Administrasi Jadi Kunci Tata Kelola Bersih Di sisi lain, Kepala Subbagian Tata Usaha, Contasia Karmelitas, memberikan penguatan keras terkait tata kelola aparatur. Ia menekankan bahwa kesiapan tahun ajaran baru juga bergantung pada ketertiban administrasi. “Disiplin kepegawaian, akurasi data ASN, dan optimalisasi Web Gaji adalah harga mati!” tegas Contasia. Menurutnya, tata kelola yang tertib, transparan, dan akuntabel adalah fondasi bagi guru untuk fokus mengajar tanpa terganggu masalah administratif. Pesan ini menjadi pengingat bahwa profesionalisme guru tidak hanya diukur dari kemampuan mengajar, tetapi juga integritas dalam mengelola tugas kedinasan. Menuju Pendidikan Islam yang Bermartabat Apel Siaga ini bukan sekadar rutinitas tahunan. Ia adalah momentum refleksi dan komitmen kolektif seluruh insan pendidikan Islam di Lembata. Dengan semangat zero tolerance terhadap kekerasan dan penguatan tata kelola yang bersih, madrasah dan RA di Lembata siap menyambut generasi emas 2045 dengan wajah baru: aman, nyaman, berkarakter, dan bermutu tinggi. Tahun ajaran 2026/2027 di Lembata akan menjadi tolok ukur apakah pendidikan Islam benar-benar hadir sebagai ruang perlindungan dan pemberdayaan, atau sekadar formalitas belaka. Semua mata kini tertuju pada eksekusi nyata di lapangan! #RAM Post Views: 26 Navigasi pos Mahasiswa KKNT GENTASKIN Desa Netpala TTS, Bersekutu dengan 84 IRT Cegah Stunting