Para Guru Multi Sgama Kemenag Lembata

Guru Multi Agama Lembata Tagih Janji TPG di Kemenag Lembata

LEMBATA : WARTA-NUSANTARA.COM—  Suasana Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Lembata mendadak memanas! Bukan karena demo mahasiswa atau aksi unjuk rasa, melainkan lantaran kehadiran ratusan guru multi agama penerima Tunjangan Profesi Guru (TPG). Mereka tumpah ruah di aula tebuka Kemenag Lembata, Jumat, 12 Juni 2026, bukan untuk protes, tapi untuk satu misi besar memperkuat koordinasai.

Para pendidik agama yang selama ini sibuk mengajar di kelas, kini serempak turun gunung menuju Kantor Kementerian agamaan Lembata di jalan Trans Lembata. Tujuan mereka adalah singkronisasi.

Jangan kira ini acara arisan biasa di mana para guru hanya duduk manis sambil minum teh hangat. Rapat kali ini punya bobot yang berat! Isu-isu panas seputar pencairan tunjangan, kendala administrasi, hingga strategi pembelajaran agama di era digital jadi bahan bakar utama saat guru agama yang mulia ini dalam satu forum rapat.

“Saya datang ke sini bukan cuma buat absen,” kilah salah seorang peserta rapat yang enggan disebutkan namanya, sambil sesekali mengepul asab rokoknya. Kami butuh koordinasi yang solid agar hak-hak kami sebagai guru dan pendidik bagi anak”anak Lembata tidak terabaikan!” Tegasnya.

Pihak Kantor Kemenag Lembata pun tak tinggal diam. Mereka membuka pintu selebar-lebarnya. Dalam rapat terbuka tersebut, pejabat terkait telah mengumpulkan berbagai informasi tentang hak-hak dan kewajiban mereka dan menyimak setiap keluh kesah para guru multi agama sesaat sebelum rapat di buka Kakanmenag Lembata. Awak kami memberikan informasi bahwa tidak ada lagi birokrasi yang berbelit-belit, setidaknya itulah janji yang terucap di ruang pertemuan.

“Koordinasi adalah kunci,” tegas Kakanmenag Lembata, Jamaludin Malik. “Tanpa komunikasi yang baik antara guru dan instansi, mustahil kita bisa mencetak generasi berakhlak mulia. Makanya, hari ini kita duduk satu meja, satu frekuensi!” Tandasnya.

Di balik ramainya suara dan hangatnya suasana rapat, tersimpan harapan besar dari para guru agama. Mereka ingin memastikan bahwa Tunjangan Profesi Guru (TPG) yang mereka terima benar-benar berdampak pada peningkatan kualitas mengajar, bukan sekadar angka di rekening bank.

Apakah rapat ini akan membawa perubahan nyata? Atau hanya sekadar formalitas belaka? Waktu yang akan menjawab. Namun satu hal yang pasti: Suara guru agama di Lembata kini sudah mulai bergema!

#RAM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *