Guru MIS Nursalam Lewoleba Gelar Workshop Kompetensi dan AI, Manfaatkan Liburan Upgrade Diri LEMBATA : WARTA-NUSANTARA.COM— Di saat sebagian besar pendidik memanfaatkan masa liburan sekolah untuk beristirahat atau pulang kampung menjenguk keluarga, para guru Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Nursalam Lewoleba memilih jalan berbeda. Mereka memanfaatkan tiga hari pada pekan kedua Juni 2026 untuk mengikuti workshop intensif guna meningkatkan potensi dan kompetensi profesional mereka. Kegiatan yang berlangsung dari tanggal 18 hingga 20 Juni 2026 ini mengusung tema Pengembangan Kompetensi Guru dan Pengembangan Kompetensi Berkelanjutan. Kepala MIS Nursalam, Na Oju, S. Pd menegaskan bahwa program tahunan ini merupakan agenda wajib yang tidak boleh dilewatkan demi menjaga kualitas pendidikan di lembaga tersebut, dalam sambutannya saat membuka Workshop ini Motivasi Menjadi Guru Hebat Workshop kali ini menghadirkan Pelatih Daerah kawakan, Muh. Sulaiman Rifai Aprianus Mukin, M.Pd., CPIM, sebagai narasumber tunggal. Pada hari pertama, Rifai membuka sesi dengan pertanyaan reflektif kepada para peserta: “Guru madrasah harus hebat, bukankah madrasah memiliki moto ‘Madrasah Hebat’?” Rifai menekankan bahwa menjadi guru hebat tidak bisa dicapai dengan duduk manis atau memanjakan diri. Ia memotivasi para guru MIS Nursalam untuk menginternalisasi lima karakter utama, yakni: 1. Hardworking & Reliable (Pekerja keras dan dapat diandalkan). 2. Excellent in Character (Berwatak baik dan unggul). 3. Bold in Action (Berani bertindak). 4. Ambitious & Responsible (Bertekad tinggi dan bertanggung jawab). 5. Tenacious & Strong-willed (Pantang menyerah dan memiliki tekad kuat). Senada dengan hal tersebut, Kepala MIS Nursalam, Na Oju, dalam sambutannya menyampaikan filosofi belajar sepanjang hayat. “Kita jangan pernah berhenti untuk belajar, walaupun harus ke negeri Cina. Karena pada hakikatnya, ‘belajar untuk hidup’ dan ‘hidup untuk belajar’ adalah dua hal yang berbeda. Anda berada di bagian yang mana?” tanya Na Oju mengajak guru-guru berefleksi. Bedah Regulasi dan Pemanfaatan Teknologi AI Materi teknis yang disampaikan cukup padat dan relevan dengan perkembangan regulasi terbaru. Rifai Mukin membedah dua payung hukum penting, yaitu Surat Keputusan (SK) Dirjen Pendis Nomor 9941 Tahun 2025 dan Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046 Tahun 2025. “Dua payung hukum tersebut bukan paksaan belaka, namun harus dilihat sebagai kanal yang memberikan arahan dalam pencapaian pembelajaran,” tegas Rifai. Selain analisis Capaian Pembelajaran (CP), Tujuan Pembelajaran (TP), dan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP), workshop ini juga memperkenalkan teknologi terkini. Para guru diajak berselancar menggunakan Gemini, aplikasi kecerdasan buatan (AI) gratis yang terintegrasi dalam akun belajar.kemenag.go.id. “Selama Anda menjadi guru madrasah, fasilitas ini tersedia untuk membantu efisiensi kerja,” jelas Rifai. Antusiasme terlihat jelas dari para peserta, termasuk Esa Abdulah, seorang guru senior di MIS Nursalam. Ia memberikan apresiasi tinggi berupa acungan dua jempol atas materi yang praktis dan solutif tersebut. Kurikulum Berbasis Cinta dan Pancacinta Pada hari kedua, fokus pembahasan bergeser pada penyusunan Rencana Pembelajaran Mendalam berbasis Kurikulum Berbasis Cinta. Mengacu pada SK Dirjen Pendis Kementerian Agama Nomor 6077 Tahun 2025 dan KMA Nomor 1503 Tahun 2025, kurikulum ini dirancang untuk memperkuat karakter siswa melalui pendekatan afektif. Na Oju menjelaskan lima nilai utama atau “Pancacinta” yang menjadi fondasi kurikulum ini, yaitu: cinta Tuhan, cinta ilmu, cinta diri, cinta sesama, dan cinta lingkungan. Kegiatan tatap muka ditutup pada hari kedua dan untuk hari ketiga dengan penugasan individu selama 12 jam, memastikan bahwa materi yang diterima dapat langsung dipraktikkan dalam perencanaan pembelajaran di kelas. Dengan adanya workshop ini, diharapkan guru-guru MIS Nursalam Lewoleba semakin siap menghadapi tantangan pendidikan modern dengan tetap berpegang pada nilai-nilai luhur madrasah. Dia menambahkan kami akan menerbitkan sertifkat workshop hanya bagi guru-guru yang menyelesaikan tugas individu. Mengakhiri kegiatan ini Panitia mengajak semua peserta selvi bersama sebagai bukti eviden bahwa kita pernah berada dalam ruang sempit ini untuk sesuatu yang lebih besar dan mulia. Terima kasih kepada semua pihak terutama kepada guru MIS Nursalam Lewoleba yang menunda waktu untuk pulang kampung, Selorohnya. #RAM Post Views: 40 Navigasi pos Bunda Literasi Lembata Serahkan Hadiah Juara Resensi Buku, Ajak Anak-Anak Berani Tampil dan Gemar Membaca