Guru PAI di Wulandoni, Diminta Jadikan Agama sebagai Filter Era Digital, Perangkat Pembelajaran Versi Baru Wajib Disusun LEMBATA : WARTA-NUSANTARA.COM— Kepala SD Inpres Luki, Wulandoni, Kabupaten Lembata, Maria Mikaela Beka Udak menegaskan bahwa guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Budi Pekerti harus mampu menjadikan nilai-nilai agama sebagai filter utama dalam menghadapi kompleksitas kehidupan di era keterbukaan informasi dan lajunya teknologi yang tak terbendung. Penegasan ini disampaikan saat membuka kegiatan Peningkatan Kompetensi Guru PAI dan Percepatan Penyusunan Perangkat Pembelajaran Berdasarkan Capaian Pembelajaran (CP) Nomor 20 Tahun 2026, yang berlangsung di SD Inpres Luki pada Selasa, 11 Agustus 2026. Dalam arahannya, Kepala SD Inpres Luki, Wulandoni, Kabupaten Lembata, Maria Mikaela Beka Udak mewanti-wanti agar para guru tidak hanya berfokus pada transfer pengetahuan agama semata, tetapi juga memberikan perhatian lebih pada pembentukan pengalaman dan keterampilan hidup beragama (living religion) bagi peserta didik di tengah masyarakat. Lebih lanjut dia menekankan bahwa perubahan CP terbaru menuntut guru untuk segera menyesuaikan perencanaan pembelajaran agar tetap relevan dengan tuntutan zaman. “Anak-anak kita hari ini hidup di dunia yang sangat berbeda. Tugas kita bukan hanya mengajar mereka hafal al-qur’an tapi bagaimana ayat-ayat Allah itu menjadi kompas moral saat mereka berselancar di dunia maya atau bergaul di masyarakat,” ujarnya. Kegiatan yang dihadiri oleh guru-guru PAI dan Budi Pekerti dari jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Menengah Pertama (SMP/SMA) di Wulandoni tentunya bertujuan untuk memandu penyusunan delapan perangkat pembelajaran wajib sesuai regulasi terbaru Kementerian Agama. Pengawas Sekolah PAI menjelaskan perangkat tersebut meliputi Analisis Capaian Pembelajaran, Alur Tujuan Pembelajaran (ATP), Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP), Analisis Alokasi Waktu, Program Tahunan (Prota), Program Semester (Prosem), Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPM) versi 85334, serta Bahan Ajar dan Ringkasan Materi Esensial. Maria Udak punambahkan penyusunan perangkat tersebut memiliki dua fungsi vital. Pertama, sebagai standar kualitas pembelajaran di kelas. Kedua, sebagai bukti kinerja manajerial guru yang akuntabel. “Dokumen ini bukan sekadar administrasi, tapi peta jalan bagaimana kita membimbing siswa mencapai kompetensi yang diharapkan dalam CP No. 20/2026,” jelasnya. Sebagai pemateri tunggal, Pengawas Sekolah PAI Rifai Mukin, M.Pd., memberikan pendampingan teknis sekaligus memperkenalkan pemanfaatan teknologi digital dalam penyusunan perangkat ajar. Ia menginstruksikan seluruh guru untuk mengoptimalkan akun belajar.id yang menyediakan akses gratis ke berbagai alat bantu produktivitas seperti Gemini, Canva, dan NotebookLM sepanjang masa jabatan sebagai guru. “Pakailah fasilitas ini. Gemini bisa membantu merumuskan ATP, Canva untuk membuat bahan ajar visual yang menarik, dan NotebookLM untuk meringkas materi esensial secara cepat. Jangan sia-siakan hak istimewa ini karena akan sangat meringankan beban administratif Bapak/Ibu,” tutur Mukin sembari mendemonstrasikan penggunaan aplikasi-aplikasi tersebut. Mukin juga mengapresiasi partisipasi aktif para guru yang berhasil menyelesaikan draf kedelapan perangkat pembelajaran selama sesi pelatihan. Ia mengucapkan terima kasih kepada Kepala SD Inpres Luki atas fasilitasi kegiatan dan kepada seluruh guru PAI lintas jenjang yang telah berkomitmen meningkatkan kompetensi demi kualitas pendidikan agama yang lebih baik. Mengakhiri sambutannya Kepala SD Inpres Luki kembali menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Pengawas Sekolah Rifai Mukin atas bimbingan teknisnya, serta kepada seluruh peserta yang akan mengikuti rangkaian acara hingga tuntas. Dengan bekal pemahaman CP baru dan penguasaan alat digital ini, diharapkan guru-guru PAI di Wulandoni dapat menghadirkan pembelajaran agama yang adaptif, bermakna, dan mampu mencetak generasi yang saleh secara spiritual maupun sosial di era modern. #RAM Post Views: 17 Navigasi pos Gebyar Aman Calistung, Picu Patungan Orang Tua- Pacu Anak Giat Belajar