Josephin Nadinne Riantoby

Josephin Nadinne Riantoby Raih Juara I English Story Telling Competition dalam Rangka Bulan Bahasa di Lewoleba.

Lewoleba,  24 Oktober 2026

LEMBATA : WARTA-NUSANTARA.COM—   Josephin Nadinne Riantoby, peserta didik dari SDK 1 Santo Tarsisius Lewoleba, berhasil meraih Juara I English Story Telling Competition yang diselenggarakan oleh SMP Santo Pius X Lewoleba dalam rangka memperingati Bulan Bahasa, Sabtu (24/10/2026).

Dalam kompetisi tersebut, Nadinne membawakan cerita berbahasa Inggris berjudul “The Frog Who Wanted to Be a Prince”. Penampilannya berhasil mengantarkannya meraih posisi tertinggi di antara 33 peserta yang berasal dari berbagai sekolah dasar di Kota Lewoleba.

Selain Juara I yang diraih Josephin Nadinne Riantoby, Juara II diraih oleh Maria Barek Lamak dari SDN Lamahora, sedangkan Juara III diraih oleh Felicia Evelyn Junior dari SDK 1 Santo Tarsisius Lewoleba. Hasil ini menunjukkan bahwa peserta didik dari sekolah-sekolah di Lewoleba memiliki potensi yang patut diapresiasi dalam pengembangan kemampuan berbahasa Inggris dan keterampilan bercerita.

Kompetisi ini menjadi wadah bagi peserta didik untuk mengembangkan kemampuan berbahasa Inggris, kreativitas, keterampilan bercerita, serta keberanian tampil di depan publik. Selain itu, kegiatan ini mendorong peserta didik untuk mengembangkan potensi diri melalui pengalaman belajar yang edukatif dan kompetitif.

Dewan Juri Kompetisi Penilaian dalam perlombaan ini dilakukan oleh dewan juri yang terdiri atas tiga orang, yaitu:
Longginus Tokan, guru dari SMAN 2 Nubatukan (Smandu).
Didimus Hugu, seorang konsultan yang pernah menempuh studi di luar negeri.
Venny, guru SMP Santo Pius X Lewoleba.

Ketiga juri bertugas menilai penampilan peserta dalam kompetisi yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Bulan Bahasa tersebut.

Kepala SDK 1 Santo Tarsisius Lewoleba, Suster Yustina, menyampaikan rasa bangga dan apresiasi atas prestasi yang diraih Josephin Nadinne Riantoby dkk,
Pencapaian ini menjadi kebanggaan bagi seluruh keluarga besar sekolah sekaligus menunjukkan bahwa setiap peserta didik memiliki potensi yang perlu terus dikembangkan.

Menurutnya, partisipasi dalam berbagai kompetisi merupakan bagian penting dari proses pendidikan karena memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan bakat, membangun kepercayaan diri, serta memperoleh pengalaman belajar di luar ruang kelas.

Sementara itu, Ibu Maya Lamawuran selaku guru pembimbing turut menyampaikan rasa syukur dan bangganya atas keberhasilan Nadinne dkk.
Menurutnya, pencapaian tersebut merupakan hasil dari proses belajar, latihan, persiapan, serta keberanian peserta didik untuk tampil dan menunjukkan kemampuan terbaiknya.
Ia berharap pengalaman mengikuti kompetisi ini dapat membantu Nadinne dkk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris, keterampilan bercerita, dan rasa percaya diri. Lebih dari sekadar meraih juara, pengalaman tersebut diharapkan menjadi bekal berharga bagi perkembangan Nadinne pada masa mendatang.

Untuk diketahui, SDK 1 Santo Tarsisius Lewoleba mengirimkan delapan peserta didik untuk berpartisipasi. Keikutsertaan mereka menunjukkan komitmen sekolah dalam memberikan ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan bakat, meningkatkan kepercayaan diri, dan memperluas pengalaman belajar melalui kegiatan di luar pembelajaran formal.

Keberhasilan Nadinne meraih Juara I dan peserta lain dari SDK 1 Santo Tarsisius Lewoleba meraih Juara III menjadi kebanggaan tersendiri bagi sekolah. Prestasi tersebut sekaligus menjadi dorongan bagi peserta didik lainnya untuk terus mengasah kemampuan dan berani mengikuti berbagai ajang kompetisi.

Melalui kegiatan English Story Telling Competition, peserta didik tidak hanya belajar menggunakan bahasa asing, tetapi juga mengembangkan imajinasi, kemampuan memahami cerita, penghayatan, dan keterampilan menyampaikan pesan kepada orang lain.

Selamat kepada seluruh pemenang English Story Telling Competition dalam rangka Bulan Bahasa! Semoga prestasi ini menjadi motivasi untuk terus berkarya, meningkatkan kemampuan, dan mengukir pencapaian yang lebih tinggi.  ***(Sabatani/WN-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *