Ketua Baru KKG PAI SD Lembata, Habibi Ahmad, Arahkan Guru PAI Menuju Era Digital
LEMBATA : WARTA-NUSANTARA.COM— Bertempat di aula kantor Kementerian Agama Kabupaten Lembata, di mana Habibi Ahmad, S.Pd.I, terpilih dengan suara bulat sebagai Ketua KKG PAI SD Kabupaten Lembata untuk masa jabatan yang berlangsung dari tahun 2026 hingga 2030. Habibi terpilih dalam Musyawarah Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam SD Kabupaten Lembata yang diselenggarakan pada hari Kamis, 16 April 2026. Penunjukan Habibi memberikan isyarat baru tentang kemajuan penting dalam upaya yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan profesionalisme guru Guruan Agama Islam di wilayah tersebut.



Dalam wawancara eksklusif, awak media kami, pada Sabtu, 8 Mei 2026, Habibi Ahmad mengartikulasikan bahwa komisi ini muncul dari konsensus di antara semua peserta musyawarah dan merupakan kewajiban yang signifikan untuk meningkatkan kualitas guru Pendidikan Agama Islam di Kabupaten Lembata. “Aktualisasinya ditandai dengan profesionalisme, inovasi, dan karakter mulia dalam transmisi nilai-nilai Islam yang dijunjung tinggi, Rahmat Lil ‘Alamin, di era digital,” ungkapnya, menggambarkan visinya yang ekspansif.
Ketika awak kami menyinggung soal visi dan misi, Habibi mengungkapkan bahwa untuk mewujudkan visi ini, KKG PAI Lembata telah menggambarkan serangkaian misi strategis. Inisiatif ini mencakup peningkatan kompetensi guru, penguatan inovasi pembelajaran berorientasi teknologi, promosi moderasi agama, penguatan upaya kolaboratif di antara guru PAI dan Budi Pekerti, serta penyelarasan kurikulum dengan nilai-nilai yang melekat dalam kearifan lokal.
Lebih lanjut, Habibi dengan semangat menjelaskan bahwa selama tahun perdana kepemimpinannya, beberapa inisiatif prioritas akan segera dilaksanakan. Program pendahuluan akan dimulai dengan konsolidasi dan digitalisasi basis data guru SD PAI di seluruh Kabupaten Lembata yang akan mencakup guru PNS, PPPK, dan guru honorer. Inisiatif ini dianggap penting untuk meningkatkan koordinasi organisasi di tingkat kabupaten.
Selain itu, KKG PAI akan berkonsentrasi pada penguatan pelaksanaan kurikulum nasional melalui lokakarya yang didedikasikan untuk pengembangan alat pengajaran dan modul pembelajaran yang responsif terhadap kebijakan pendidikan nasional terbaru. Peningkatan literasi digital guru juga menjadi masalah yang sangat memprihatinkan. “Kami akan melakukan pelatihan tentang pemanfaatan Canva dalam akun belajar.id yang menggunakan teknologi AI seperti ChatGPT untuk perumusan masalah, serta untuk manajemen kelas digital yang efektif melalui Google Classroom,” Habibi menekankan dan menggarisbawahi kebutuhan kritis bagi guru PAI untuk menguasai teknologi di lanskap kontemporer.
“Mengingat keragamannya yang cukup besar, Lembata mengharuskan keterlibatan proaktif para guru agama dalam membina keharmonisan sosial. Akibatnya, KKG PAI bermaksud menyelenggarakan seminar dan diskusi panel yang berfokus pada strategi untuk menanamkan prinsip-prinsip moderasi agama dan beragama pada siswa sekolah dasar, sehingga mengurangi risiko paparan dini terhadap ideologi radikal.” Tandasnya.
Menanggapi isu rendahnya kemampuan baca tulis Al-Qur’an pada sebagian guru PAI SD di Kabupaten Lembata yang menjadi perhatian publik, Habibi secara defensif mengklarifikasi bahwa masalah ini memerlukan penilaian objektif. Dia menekankan bahwa faktor-faktor yang berkontribusi meliputi frekuensi muraja’ah (membaca berulang) yang tidak mencukupi, latar belakang guru yang heterogen, serta keharusan revitalisasi metodologi pedagogis di kalangan guru baru, termasuk “baru baru” adalah dua hal yang berbeda, bukan?” Tanyanya
“Untuk memperbaiki masalah ini, KKG PAI Lembata bermaksud untuk menerapkan program tahsin internal setiap pertemuan triwulanan, di mana para guru yang mahir dalam pembacaan Al-Qur’an akan melayani sebagai mentor sebaya. Selanjutnya, sesi pelatihan bertujuan untuk menstandarisasi metodologi membaca Al-Qur’an, termasuk Iqro, Tilawati, dan Ummi.” Harapnya.
Lebih lanjut, KKG PAI juga telah memprakarsai gerakan “One Day One ‘Ain” melalui grup WhatsApp, yang akan berfungsi sebagai platform untuk pertukaran rekaman bacaan harian dan tips pedagogis di antara para guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti. Tegasnya
Menyinggung pelaksanaan US Akhir PAI dan Budi Pekerti, Habibi menjelaskan bahwa dalam persiapan untuk Ujian Sekolah PAI, bulan Mei tahun 2026, para guru telah memulai pembelajaran persiapan mereka. KKG PAI akan mengoordinasikan pengembangan pertanyaan Ujian Sekolah tingkat kabupaten secara kolaboratif, mengikuti grid terstruktur yang selaras dengan Prestasi Pembelajaran terbaru sesuai Keputusan BSKAP No. 046/H/KR/2025. Pendekatan pemecahan masalah akan menekankan Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi (HOTS) melalui pemanfaatan format pilihan ganda. Mengingat advokasi pemerintah untuk penerapan Taksonomi SOLO dan Penilaian Kompetensi Minimum (AKM), Habibi menyatakan keyakinan bahwa guru Sekolah Dasar PAI di Lembata cukup siap untuk terlibat dengan kemajuan metodologi guruan yang diinfuskan teknologi abad ke-21 dan kompetensi yang diperlukan.
Pada akhir wawancara, Habibi Ahmad menyampaikan pesan kontemplatif kepada seluruh guru PAI di Kabupaten Lembata. “Bertindak sebagai sumber vitalitas di tengah keragaman. Menahan diri dari sekadar mengajar agama sebagai kompilasi teks dan peraturan; sebaliknya, mewujudkan agama melalui tindakan dan disiplin. Siswa harus memahami esensi menyambut Islam melalui sikap dan senyum instruktur mereka setiap hari,” pungkasnya, menekankan pentingnya ketulusan dalam bidang guruan agama. #RAM












