Ketua Pokja Literasi Kabupaten Lembata, Ny. Nurmila Nasir Apresiasi Aksi Bulan Bahasa dan Pentas Seni SD Inpres ll Waikomo LEMBATA : WARTA-NUSANTARA.COM— Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Literasi Kabupaten Lembata, Ny Nurmila Nasir menyampaikan apresiasi terhadap aksi Bulan Bahasa dan Pentas Seni Budaya yang digelar SD Inpres ll Waikomo, Kecamatan Nubatukan, Kabupaten Lembata yang berlangsung meriah, Jumat, 30 Oktober 2026. Ketua Pokja Literasi, Ny. Nurmila Nasir Undangan pada acara pentas seni budaya SD Inpres ll Waikomo Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Literasi Kabupaten Lembata, Ny Nurmila Nasir membuka secara resmi kegiatan Bulan Bahasa dan Pentas Seni Budaya tersebut didampingi Kepala SD Inpres ll Waikomo, Maria Siba ,S.Pd .SD . Turut hadir, Camat Nubatukan, Mikhael Kia, Pengawas Dikdas mewakili Kadis Pendidikan, Yohanes Berkhmans Gati,S.Pd, dan Kepala Bidang Perpustakaan mewakili Kadis Kearsipan dan Perpustakaan Lembata, Frans Sabaleku, S.Sos, M.AKP. Mengawali sambutannya, Ny Nurmila Nasir menyampaikan apresia atas kegiatan yang bernuansa seni dan budaya ini. Ketika berbicang santai dengan Kepala SD Inpres ll Waikomo pihaknya menanyakan apa saja kegiatan yang sudah berjalan dan apa saja kekurangan yang dihadapi. Namun berbagai kegiatan telah berjajalan dengan baik berkat kerjasama dan kolaborasi dengan berbagai pihak terutama orangtua wali murid dan Komite sekolah. Sebagai Ketua Pokja Literasi, lanjut Ny. Nurmila Nasir, sudah sewajarnya kita mesti bekerjasama dan kolaborasi dengan pihak lain. Sama halnya juga kami sebagai Wakil Ketua PKK bekerjasama dengan pihak lain seperti TKK Paud dan Posyandu. Sebagai Ketua Pokja Litersi, apa artinya jika tidak bekerjasama dan memahami peran memayungi sekolah-sekolah dengan aksi seni budaya seperti yang kita saksikan malam ini. “Begitu pula peran orangtua sangat penting dalam mendidik anak-anak ditengah pengaruh digitalisasi saat ini. Orangtua wajib mengontrol anak dalam menggunakan Hand Phone secara benar. Memang diakui jaman digital dan HP menjadi kebutuhan namun perlu pengawasan orangtua”, tegas Ny. Nurmila Nasir. Menurut Nurmila, orangtua wajib peduli terhadap pendidikan anak. Dorong anak-anak untuk rajin belajar dan meningkatkan ilmu dan pengetahuan untuk membaca buku di Perpustakaan Kabupaten Lembata. Apalah artinya, kita punya Gedung Perpustakaan megah, tapi anak-anak kita tidak membaca buku. Karena itu, minat baca anak terus dimotivasi untuk ditingkatkan. Pengawas Dikdas mewakili Kadis Pendidikan Lembata, Yohanes Berkhmans Gati,S.Pd, dalam sambutannya juga menyampaikan apresiasi terhadap SD Inpres ll Waikomo yang telah menyelenggarakan kegiatan Bulan Bahasa dan Pentas Seni Budaya. Kita juga menyadari bahwa ditengah kemajuan kegiatan literasi cenderung menurun. Namun dengan kegiatan yang digelar ini sasarannya tentu saja bertujuan mulia meningkatkan literasi dan seni budaya. “Dunia pendidikan saat ini kian berkembang sejalan dengan kemajuan teknologi. Dari Hand Phone kini berkembang dengan adanya perhatian pemerintah mengganti dengan Papan Interaktif Digital yang nantinya ditempatkan di sekolah-sekolah agar anak dapat terus mengikuti perkembangan informasi dan belajar secara digital”, ujar Yohanes Berkhmans Gati. Sedangkan Kepala Bidang Perpustakaan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Lembata, Frans Sabaleku, S.Sos, M.AKP. d ditengah geliat kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologialam sambutannya mengatakan kegiatan pentas seni dan budaya malam ini jangan dipandang hanya sebagai hal yang hanya menghibur. Tapi mesti kita harus memahami nilai dan makna yang lebih mendalam. Ada nilai-nila peradaban dan nilai historis. Akar budaya dan beradapan harus dipertahankan meski diterpa kemajuan zama. “Orang tua kita dulu dalam mendidik anak sering dalam bentuk cerita sejarah dan dongeng. Selain bernakna memahami sejrah tapi juga sebagai pengantar tidur anak-anak kita. Budaya dan peradapan semacam ini, kini sirna ditelan kemajuan. Budaya tutur atau bercerita mulai hilang. Anak sibuk dengan bermain di Hand Phone dan sibuk di Medos dan akhirnya lupa aka budaya kita”, ungkap Frans Sabeleku, mantan Kepala Sub Bagian Protokol Setda Lembata . Kepala SD Inpres ll Waikomo, Maria Siba ,S.Pd .SD . sebagai tuan rumah menyampaikan ucapan terima kasih kepada Ibu Ketua Pokja Literasi, Kadis Pendidikan, Kadis Kearsipan dan Perpustakaan, Camat Nubatukan, Lurah Lewoleba Barat, para pendidk orangtua dan Komita serta panitia atas kerjasama yang baik kegiatan Bulan Bahasa dan Pentas Seni Budaya ini dapat terlaksana dengan baik. Proses pendidikan dan belajar mengajar disekolah ini telah berjalan dengan baik. Kita tidak hanya mendidik anak untuk memiliki ilmu pengetahuan saja, tapi juga menghasilkan anak berkarakter yang baik. Ketua Panitia, Paskalis Suba, S. Fil., melaporkan gambaran latar belakang digelar kegiatan ini, bahwa Bahasa Indonesia merupakan bahasa persatuan dan identitas bangsa Indonesia. Sebagai generasi penerus bangsa, peserta didik perlu dibekali kemampuan berbahasa yang baik dan benar serta memiliki kecintaan terhadap bahasa Indonesia. Menurut Paskalis, Peringatan Bulan Bahasa merupakan salah satu kegiatan pendidikan yang dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan literasi, kreativitas, dan keterampilan peserta didik dalam bidang bahasa dan sastra. Oleh karena itu, SD Inpres ll Waikomo,menyelenggarakan kegiatan Bulan Bahasa Tahun 2026 dengan berbagai kegiatan perlombaan dan aktivitas literasi yang melibatkan seluruh peserta didik kelas I sampai kelas VI. Kegiatan Bulan Bahasa dan pentas seni mengusung tema : “Bahasa Menjadi Budaya dan Sastra Menjadi Karya”. Kegiatan ini bertujuan : Menumbuhkan kecintaan peserta didik terhadap bahasa Indonesia. Meningkatkan kemampuan membaca, menulis, menyimak, dan berbicara. Mengembangkan bakat dan kreativitas peserta didik. Meningkatkan keberanian dan rasa percaya diri. Mengenal dan mencintai Budaya. Sedangkan bentuk kegiatan : Lomba membaca puisi. Lomba cerita bergambar Lomba membaca nyaring. Lomba cerdas cermat menghitung cepat Lomba story telling Apel bersama dalam memperingati Hari Sumpah Pemuda dan Pemberian sertifikat pengahargaan Pentas Seni ***(WN-01) Post Views: 46 Navigasi pos Dari Puisi hingga Teater Wai Teba, Panggung Expo SPENSA Naga Hidupkan Panggung Seni Siswa