Gubernur NTT : Kini, 33 Orang Tewas Akibat Gempa Flores, 2.000 Warga Mengungsi FLORES NTT : WARTA-NUSANTARA.COM— Berdasarkan Penjelasan Gubernur NTT, Melki Laka Lena yang didampingi Kapolda NTT dan Ketua DPRD NTT, menjelaskan kondisi terbaru sesuai laporan , kini 33 orang meninggal dunia dan berbagai kerusakan rumag warga. Gempa bumi berkekuatan 7,7 yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) dini hari, menyebabkan 33 orang meninggal dunia dan menyebabkan ratusan rumah mengalami kerusakan. Berdasarkan data sementara BNPB, korban meninggal dunia tersebar di tiga kabupaten. Evakuasi korban Gempa Flores Gubernur NTT Melki Laka Lena terus melakukan pantauan laporan bencana gempa dan sekaligus melaporkan ke pemerintah pusat agar segera ditangani dalam hal memberikan bantuan akibat dampak gempa dahsyat yang melanda seluruh Flores. Pelaksana Tugas (PLT). Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan data tersebut masih bersifat sementara. Proses pendataan, verifikasi dan validasi masih dilakukan BPBD bersama unsur terkait di lapangan. “BNPB menyampaikan bahwa data korban merupakan data sementara dan masih dapat berubah seiring proses verifikasi dan validasi oleh BPBD bersama unsur terkait,” kata Berton dalam keterangannya, Sabtu (15/8/2026). Selain korban jiwa, sekitar lima kepala keluarga terdampak. Sekitar 2.000 warga memilih mengungsi atau melakukan evakuasi mandiri setelah merasakan guncangan kuat dan menyusul peringatan dini tsunami yang sempat dikeluarkan pascagempa. Dari sisi kerusakan, BNPB mencatat sementara 54 rumah rusak berat, sembilan rumah rusak sedang dan 11 rumah rusak ringan. Kerusakan juga terjadi pada lima fasilitas kesehatan, satu fasilitas pendidikan, satu gudang Bulog, tiga fasilitas ibadah serta enam kantor pemerintahan. Kabupaten Manggarai menjadi salah satu wilayah dengan dampak yang cukup besar. Sebanyak 29 rumah rusak berat, sembilan rusak sedang dan sembilan lainnya rusak ringan, lima fasilitas kesehatan dan satu fasilitas pendidikan juga terdampak Di Manggarai Timur, tercatat 23 rumah rusak berat. Sementara di Nagekeo terdapat dua rumah rusak berat, satu rusak sedang dan dua rusak ringan. Dua fasilitas ibadah mengalami kerusakan ringan dan lima kantor pemerintahan terdampak. “Kondisi terkini di wilayah tersebut, arus lalu lintas dilaporkan mengalami kemacetan dan listrik masih padam,” ujar Berton. Untuk korban luka, Sikka melaporkan dua orang luka ringan. Di Manggarai terdapat satu luka berat dan dua luka ringan, sedangkan Manggarai Timur mencatat satu luka berat dan lima luka ringan. BPBD bersama unsur terkait masih melakukan pendataan dan verifikasi di sejumlah wilayah untuk memastikan perkembangan jumlah korban maupun kerusakan akibat gempa. ***(*/WN-01) Post Views: 21 Navigasi pos Gempa Flores, Lima Tewas