KUA Nubatukan dan BKMT Gelar Istighasah Bersama, Perkuat Persaudaraan Jelang HUT RI ke-81 LEMBATA : WARTA-NUSANTARA.COM— Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Nubatukan berkolaborasi dengan Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) setempat menggelar kegiatan doa, zikir, dan istighasah bersama di Masjid Nurul Al Ikhlas, Lewoleba, pada Rabu (12/8/2026). Kegiatan yang berlangsung khidmat ini menjadi wadah spiritual bagi jamaah untuk memanjatkan permohonan kedamaian dan keselamatan bangsa, khususnya masyarakat Lembata, sekaligus mempererat tali silaturahmi antarumat. Kepala KUA Kecamatan Nubatukan, Asadullah Abdullah, menyatakan bahwa kolaborasi antara lembaga pemerintah dan organisasi keagamaan seperti BKMT perlu terus dikembangkan sebagai bentuk penguatan persaudaraan dan kepedulian sosial. Menurutnya, kegiatan keagamaan semacam ini bukan sekadar ritual, melainkan upaya kolektif untuk membangun ketahanan spiritual masyarakat. “Melalui doa dan zikir ini, kita ingin mengetuk pintu langit bersama-sama. Semoga negeri kita senantiasa diberikan kedamaian, masyarakat Lembata dilimpahi keselamatan dan keberkahan, serta kita semua terus menjaga persaudaraan,” ujar Asadullah dalam sambutannya. Kegiatan istighasah dipimpin langsung oleh Ustazah Imro’atul Ni’mah, diikuti tausiah dari Ustaz Syukur Sani Usman. Dalam penyampaiannya, Ustaz Syukur mengajak jamaah untuk memperkuat lima pilar karakter: rasa syukur, taubat nasuha, kesabaran, kejujuran, dan pemanfaatan rezeki untuk kebaikan umat. Pesan ini ditekankan sebagai fondasi moral yang relevan dengan tantangan kehidupan modern, terutama menjelang peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81. Lebih jauh, KUA Nubatukan dan BKMT menegaskan bahwa majelis taklim harus bertransformasi dari sekadar ruang transfer pengetahuan agama menjadi pusat penguatan kohesi sosial. Melalui kegiatan rutin seperti istighasah, majelis taklim diharapkan mampu menjadi inkubator nilai-nilai kebersamaan yang menjembatani perbedaan dan memperkuat solidaritas warga di tingkat kecamatan maupun desa. Antusiasme jamaah terlihat jelas sepanjang rangkaian acara. Doa-doa yang dipanjatkan tidak hanya fokus pada aspek personal, tetapi juga mencakup harapan akan stabilitas nasional, kesejahteraan ekonomi, dan kerukunan antarkelompok di Lembata. Hal ini mencerminkan kesadaran kolektif bahwa ketenangan batin individu berkorelasi langsung dengan kesehatan sosial masyarakat. Dengan sinergi antara KUA sebagai representasi negara dan BKMT sebagai organisasi akar rumput, kegiatan ini membuktikan bahwa pendekatan keagamaan yang inklusif dan partisipatif tetap efektif dalam merawat persatuan. Di tengah dinamika sosial yang kompleks, istighasah bersama di Masjid Nurul Al Ikhlas menjadi pengingat bahwa kekuatan sebuah bangsa tidak hanya diukur dari infrastruktur fisik, tetapi juga dari kualitas hubungan antarwarganya yang dibangun atas dasar iman dan kasih sayang. #RAM/Sarinita Post Views: 20 Navigasi pos SD Islam Terpadu Lewoleba Gelar Persari: Tanamkan Kemandirian dan Nilai Dwi Satia pada Adik-Adik Siaga