Mahasiswa KKN GENTASKIN Bersama Pemdes dan Satgas Pos Salore Bersihkan Jalan Perbatasan RI–Timor-Leste BELU-TIMOR : WARTA-NUSANTARA.COM— Semangat gotong royong kembali ditunjukkan di kawasan perbatasan Indonesia–Timor-Leste. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gerakan NTT Tuntas Stunting dan Kemiskinan Ekstrem (GENTASKIN) bersama Pemerintah Desa Tulakadi dan personel Pos Salore RI–Timor-Leste melaksanakan kerja bakti membersihkan ruas jalan dari Kantor Desa Tulakadi menuju Pos Salore RI, Jumat (24/7/2026). Kegiatan ini tidak sekadar bertujuan menciptakan lingkungan yang bersih dan nyaman, tetapi juga menjadi simbol kepedulian bersama terhadap kawasan perbatasan sebagai beranda terdepan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ruas jalan yang menghubungkan permukiman warga dengan Pos Salore merupakan salah satu akses penting yang setiap hari digunakan masyarakat, aparat keamanan, serta tamu dari berbagai daerah yang berkunjung ke kawasan perbatasan. Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Desa Tulakadi, Ferdy Mones Bili, Sekretaris Desa Aloysius P. Manek Besin, Kepala Dusun Mudafehan Novianus Seran, Kepala Dusun Suliren Teodorus M. Suriani, Kepala Dusun Dubanas Bernardus Kali, Kepala Dusun Rairiti Inoconcio C. Araujo, serta tokoh masyarakat Daniel Manek. Dari Pos Salore RI–Timor-Leste, kegiatan dipimpin oleh Danpos Arif Adiyanto bersama anggota Riki Zalukhil, Narsel, Ferdinandus Bau, dan Bonelacio Ramos. Sejak pagi hari, mahasiswa KKN GENTASKIN, aparat desa, personel Pos Salore, dan masyarakat bergotong royong memangkas rumput liar, membersihkan semak-semak, serta mengangkut sampah di sepanjang ruas jalan menuju pos perbatasan. Kebersamaan yang terjalin selama kegiatan membuat pekerjaan berlangsung cepat sehingga jalan yang sebelumnya dipenuhi semak kini tampak lebih bersih, rapi, dan nyaman dilalui. Kepala Desa Tulakadi, Ferdy Mones Bili, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam kerja bakti tersebut. Menurutnya, kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, aparat perbatasan, dan masyarakat merupakan wujud nyata semangat gotong royong yang perlu terus dipelihara dalam menjaga fasilitas umum sekaligus memperkuat hubungan antarlembaga di wilayah perbatasan. Lebih dari sekadar kegiatan kebersihan, kerja bakti ini memiliki makna strategis bagi citra Indonesia. Kawasan perbatasan RI–Timor-Leste di Kabupaten Belu merupakan salah satu wajah Indonesia yang pertama kali dilihat oleh masyarakat maupun tamu dari negara tetangga. Kondisi jalan, kebersihan lingkungan, serta keteraturan kawasan perbatasan menjadi cerminan kepedulian bangsa dalam menjaga wilayah terdepan negara. Karena itu, setiap upaya menata dan merawat kawasan perbatasan, termasuk membersihkan ruas jalan menuju Pos Salore, merupakan bentuk nyata menghadirkan wajah Indonesia yang bersih, tertib, ramah, dan bermartabat di hadapan Republik Demokratik Timor-Leste. Kegiatan sederhana yang dilakukan secara gotong royong tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pembangunan kawasan perbatasan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat, mahasiswa, dan aparat negara. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN GENTASKIN berharap semangat kolaborasi yang telah terbangun dapat terus berlanjut sehingga kebersihan dan keindahan kawasan perbatasan tetap terjaga. Dengan demikian, setiap orang yang melintasi wilayah tapal batas akan melihat wajah Indonesia yang mencerminkan kepedulian, kebersamaan, serta komitmen terhadap pengelolaan kawasan perbatasan yang bersih, aman, dan nyaman. *** (Mediatrix Deva Tafuli, Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, FKIP Universitas Katolik Widya Mandira Kupang.) Post Views: 42 Navigasi pos Guru Keren vs Guru Hebat! Pengawas Lembata Ini Bikin Geger Rakerdik: AI Gemini Bisa Salah, Tapi Logika Garuda Pancasila Tak Pernah Bohong!