Misa Syukur Pater Nico Strawn,SVD : 21 Tahun Bersama Keluarga Besar di Rumah Sakit Lewoleba LEMBATA : WARTA-NUSANTARA.COM— Keluarga Besar Rumah Sakit Bukit (RSB) Lewoleba, Kabupaten Lembata dibawah naungan Yayasan Papa Miskin yang dipimpin oleh Romo Philipus Sinyo Da Gomez sekaligus mempersembahkan Misa Syukur mohon keselamatan Pater Nicholaus Joseph Strawn, SVD Selasa, 11 Agustus 2026 di RSB Lewoleba. Perayaan Ekaristi tersebut di Pimpin Romo Sinyo Da Gomez didampingi sejumlah Imam Conselebran termasuk Deken Lembata, Romo Blasisu Kleden dan Pastor Paroki Santo Arnoldus Janssen Waikomo, , Pater Joakim Ole Kleden,SVD. Hadir pula Sekda Lembata, Paskalis Ola Tapo Bali, mantan Sekda Lembata, Petrus Toda Atawolo dan umat Paroki SAJ Waikomo. Romo Sinyo Da Gomez dalam Homilinya mengatakan, Pater Nico Strawn, SVD, misionaris asal Amareka itu rela meninggalkan segala kemewahan dan kekayaannya menjadi misionaris di Tanah Misi Lembata. Ibarat satu biji Sesawi jatuh ke tanah dan mati. Namun tumbuh dan menghasilkan buah berlimpah. Meski dia mati tapi dia bangkit dan bangkit menghasilkan buah keselamatan. Itu yang dialami Yesus, menderita, mati dan bangkit. Hal itu juga sama dengan Pater Nico dan juga kita sekalian. Pater Nico seorang misionaris setia, sederhana dan rela hidup apa adanya bersama umat dalam kemiskinan seperti Santa Clara dan Santo Fransiskus Asisi. Santa Klara dari Assisi (1194–1253) adalah seorang wanita bangsawan Italia yang meninggalkan kekayaan hidup mewah demi mengikuti jejak Santo fransiskus Asisi . Ia mendirikan Ordo Wanita Miskin (kini dikenal sebagai Ordo Santa Klara) dan wafat pada 11 Agustus, tanggal yang kemudian dirayakan sebagai hari pestanya, bertepatan dengan misa syukur untuk Pater Nico hari ini. Menurut Romo Syinyo, selama mengabdi dan berkarya misi di tanah Lembata, Pater Nico telah menghasilkan buah kasih berlimpah. Ia meninggalkan egoisme dirinya dan rela hidup sederhana bersama umat. Banyak orang Lembata menjadi orang baik karena karyanya penuh kasih dan keteladanan bagi umat. Dia tidak pernah mengeluh ketika sakit. Semua dijalani penuh sukacita. Sementara dalam sambutan, Romo Sinyo mengatakan, atas nama Yayasan Papa Miskin dan Keluarga Besar RS Bukit menyampaikan terima kasih kepada umat sekalian yang hadir dalam perayaan misa syukur Pater Nico Strawn. Bahkan keterlibatan umat di dekenat Lembata dalam seluruh prosesi baik pengantaran, misa requiem dan pemakaman Pater Nico. Keluarga Brsar RS Bukit tentu saja sungguh merasa kehilangan. Betaapa tidak. Selama 21 tahun Pater Nico hidup bersama dan melayani umat, dan karyawan RS bukit. Karena itu, mereka meminta dan bahkan membuat surat pernyataan, kiranya Pater Nico dimakamkan di RS bukit Lewoleba. Sebagai Ketua Yayasan Papa Miskin sudah menyampaikan aspirasi dan keinginan Keluarga Besar RS Bukit kepada Uskup Larantuka. Namun atas kebijakan dan kewenangan keuskupan menentukan dimakamkan di RS damian. Karena itu, kita mesti menghormati keputusan itu. Sambutan Sekda Lembata, Paskalis Ola Tapo Bali Sekretaris Daerah (Sekda) Lembata, Paskalis Ola Tapobali, mewakili Bupati Lembata, Kanis Tuaq, menyampaikan bahwa Pemkab Lembata turut berdukacita atas berpulangnya Misionaris Pater Noco Strawn, SVD. Memang secara pribadi, tutur Paskalis, saya belum pernah bertemu dan berkomunikasi dengan Pater Nico. Namun menelusuri rekam jejak karya pastoral sungguh luar biasa bagi umat di tanah Lembata. Kita mesti belajar dari semangat spritualitas dan kesederhanaan hidupnya bersama umat dan kesetiaan atas tugas pelayanan pastoral di Lembata. Sambutan Deken Lembata, Romo Blasius Kleden Sedangkan Deken Lembata, Romo Blasius Kleden, dalam sapaannya mengungkapkan, ketika bertugas sebagai pastor muda di Ileape, suatu ketika, sempat hadir Perayaan Syuku Pacawindu Imamat Pater Nico strawn, SVD di Paroki Santo Yosep Boro. Menurut Rm Blas Kleden, kita semua mengikuti perjalanan dan karya misi bagi umat di Tanah Lembata. Begitu banyak umat yang hadir dalam seluruh prosesi berpulanynya Pater Nico. Itu semua menggambarkan kedekatan emosional umat hingga pada malam ini hadir mendoakan keselamatannya. Berbagai harapan dari umat agar pemakaman Pater Nico ditempat tertentu. Namun otoritas keuskupan Larantuka menentukan lain. Kita meski taati. Akhirnya misionaris sejati itu dimakamkan di RS Damian Lewoleba. Sebagai pastor Deken Lembata, saya mengingatkan kepada umat sekalian jangan pernah lagi menulis Wasiat agar dikuburkan dirumah. “Karena dari aspek kesehatan dan aspek estetika tidak boleh dikuburkan dirumah. Secara iman Katolik, harus dikuburkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU), sebagai persekutuan iman yang terberkati. Atas nama Uskup Larantuka patut terima kasih kepada Keluarga Besar RS Bukit atas cinta , pengorbanan dan kebaikan yang selama 21 tahun bersama dan merawat Pater Nico hingga menghembuskan nafas terakhir, Selasa, 4 Agustus 2026 “, ujar Romo Blas Kleden. ***(Karel Burin) Post Views: 36 Navigasi pos Bersyukur Sebelum Lihat Hasil (Gaya Hidup Magnificat)