Pasca Gempa, ASN Disarpus Sikka Gelar Misa Syukur di Gedung Frans Seda MAUMERE : WARTA-NUSANTARA.COM— Empat belas hari setelah tidak digunakan akibat dampak gempa bumi tektonik yang melanda wilayah Flores pada 15 Agustus 2026, jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus) Kabupaten Sikka kembali memasuki gedung kantor untuk menggelar Perayaan Ekaristi Kudus sebagai ungkapan syukur atas penyertaan Tuhan. Pater Arnold pimpin Misa syukur pasca gempa Sikka Perayaan Misa Syukur tersebut berlangsung di Aula Frans Seda, Lantai II Gedung Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka, Kamis, 3/9/2026. Misa digelar sebagai bentuk ungkapan syukur sekaligus permohonan penyertaan Tuhan bagi seluruh jajaran Disarpus Sikka dalam melaksanakan tugas dan pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam mengelola urusan perpustakaan dan kearsipan. Meski gedung Disarpus Sikka masih menunjukkan sejumlah kerusakan akibat gempa, antara lain retakan pada beberapa bagian bangunan dan sejumlah kaca yang pecah, kondisi bangunan secara umum tetap berdiri dan dapat digunakan sesuai hasil pemeriksaan keselamatan bangunan. Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Pater Arnold dan dihadiri Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka, Very Awales, Sekretaris Dinas, Yuvensius Rafael, para kepala bidang, pejabat struktural dan fungsional, serta seluruh ASN di lingkungan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka. Refleksi Iman atas Peristiwa Gempa Dalam homilinya, Pater Arnold mengajak seluruh ASN Disarpus Sikka untuk merefleksikan kembali peristiwa gempa bumi tektonik yang terjadi pada 15 Agustus 2026. Peristiwa tersebut, menurutnya, tidak hanya menjadi pengalaman tentang bencana dan kerentanan manusia, tetapi juga menjadi momentum untuk semakin menyadari bahwa kehidupan, keselamatan, serta kekuatan untuk bangkit merupakan anugerah Tuhan yang patut disyukuri. Gempa bumi telah memberikan pengalaman yang tidak mudah bagi masyarakat Flores, termasuk jajaran ASN dan keluarga besar Disarpus Sikka. Namun, di tengah situasi tersebut, semangat untuk bangkit, saling menguatkan, dan kembali memberikan pelayanan kepada masyarakat harus terus dipelihara. Pater Arnold juga mengajak seluruh ASN untuk menjadikan pengalaman bencana sebagai momentum memperkuat kepedulian, solidaritas, kebersamaan, serta kepercayaan kepada Tuhan dalam menjalankan setiap tanggung jawab pelayanan. Sementara itu, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka, Very Awales, mengatakan Perayaan Ekaristi Kudus pascabencana merupakan bentuk kesadaran iman seluruh jajaran Disarpus Sikka. “Perayaan Misa Syukur ini merupakan bentuk kesadaran iman kita. Setelah melewati peristiwa gempa yang cukup dahsyat, kita bersyukur karena gedung ini masih berdiri dan kita semua diberikan keselamatan serta kekuatan untuk kembali melaksanakan tugas,” ujar Very. Menurutnya, selama kurang lebih 14 hari gedung Disarpus tidak digunakan sebagai tempat aktivitas perkantoran karena harus memastikan kondisi bangunan pascagempa. Kini, setelah dilakukan pemeriksaan dan dinyatakan aman untuk digunakan, aktivitas pelayanan dan pelaksanaan tugas kedinasan secara bertahap kembali dilakukan di gedung tersebut. “Kerusakan memang masih terlihat. Ada bagian-bagian bangunan yang retak dan beberapa kaca pecah. Namun, kita bersyukur karena secara keseluruhan gedung ini masih dapat digunakan. Karena itu, kita awali kembalinya aktivitas di gedung ini dengan doa dan Perayaan Ekaristi,” katanya. Very menegaskan, rasa syukur tersebut tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik gedung, tetapi terutama atas keselamatan seluruh ASN dan keluarga besar Disarpus Sikka. Ia berharap pengalaman gempa menjadi pelajaran berharga bagi seluruh jajaran untuk semakin meningkatkan kesiapsiagaan, kepedulian, dan kebersamaan dalam menghadapi berbagai situasi, sekaligus tetap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. “Ke depan, kita ingin kembali bekerja dengan semangat baru. Tugas kita adalah mengurus perpustakaan dan kearsipan, tetapi di balik tugas itu ada tanggung jawab pelayanan kepada masyarakat. Kita mohon agar Tuhan senantiasa menyertai setiap langkah dan karya kita,” pungkasnya. Perayaan Misa Syukur tersebut menjadi momentum penting bagi keluarga besar Disarpus Sikka untuk meneguhkan kembali semangat bangkit, bersyukur, dan melayani, setelah melewati masa sulit akibat bencana gempa bumi tektonik. ***(ICHA-WN BIRO SIKKA) Post Views: 17 Navigasi pos (JANGAN) BAWA KE WHATSAPP