Pemkab Lembata dan PT Tigate Trees Indonesia Kerjasama Pengembangan Jambu Mete Nagawutung, 17 Juni 2026 LEMBATA : WARTA-NUSANTARA.COM— Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lembata bersama PT Tigate Trees Indonesia melaksanakan sosialisasi rencana pengembangan investasi kerja sama perkebunan jambu mete terpadu di Aula Kantor Camat Nagawutung, Rabu (17/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi forum awal penyampaian informasi dan diskusi antara pemerintah daerah, investor, pemerintah desa, pemilik hak ulayat, serta berbagai pemangku kepentingan terkait rencana investasi yang akan dikembangkan di sejumlah wilayah di Kabupaten Lembata. Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Lembata Petrus Kanisius Tuaq, General Manager PT Tigate Trees Indonesia David Novianto, Anggota DPRD Kabupaten Lembata Komisi III Yoseph Beda Hayon, Plt. Kepala Dinas Pertanian, dan Ketahanan Pangan Kabupaten Lembata, Muktar Hada, unsur pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para kepala desa dan ketua BPD dari desa-desa sasaran, para pemilik hak ulayat, tokoh masyarakat, serta sejumlah undangan lainnya. Dalam kesempatan itu, PT Tigate Trees Indonesia memaparkan rencana pengembangan investasi perkebunan jambu mete terpadu yang akan dilaksanakan melalui skema kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Lembata dan masyarakat di wilayah sasaran. Program tersebut masih berada pada tahap awal sehingga diperlukan proses survei, sosialisasi, dan konsultasi dengan masyarakat sebelum memasuki tahapan lebih lanjut. PT Tigate Trees Indonesia merupakan perusahaan yang bergerak di bidang agribisnis dan pengembangan perkebunan jambu mete. Sejak beroperasi di Flores Timur pada tahun 2018, perusahaan ini mengembangkan budidaya jambu mete unggul melalui pendekatan teknologi pertanian dan pengelolaan perkebunan modern, serta menjalin kemitraan dengan masyarakat dalam pengembangan sektor perkebunan. Adapun lokasi yang menjadi sasaran awal rencana investasi meliputi Desa Pasir Putih, Baobolak, Babokerong, Riabao, Duawutun, Wuakerong, Labalimut, Ileboli, Atawai, dan Bolibean. Desa-desa tersebut akan menjadi fokus kajian awal untuk melihat potensi pengembangan perkebunan jambu mete secara lebih mendalam. Dari hasil sosialisasi tersebut, disepakati pembentukan tim survei gabungan yang terdiri dari PT Tigate Trees Indonesia dan Pemerintah Kabupaten Lembata. Tim ini akan melakukan identifikasi dan kajian lapangan guna memperoleh gambaran mengenai kondisi wilayah, potensi lahan, serta berbagai aspek yang berkaitan dengan rencana pengembangan investasi. Selain itu, dibentuk pula tim sosialisasi yang melibatkan pemerintah daerah dan PT Tigate Trees Indonesia untuk melakukan penyampaian informasi kepada masyarakat di masing-masing desa sasaran. Sebelum pelaksanaan sosialisasi lanjutan, materi sosialisasi akan dibagikan terlebih dahulu kepada tim agar informasi yang disampaikan dapat dipahami secara utuh dan tidak menimbulkan perbedaan persepsi di tengah masyarakat. Para kepala desa, Ketua BPD, serta pemilik hak ulayat yang hadir juga diminta melakukan konsolidasi internal di wilayah masing-masing sebelum tahapan sosialisasi lanjutan dilaksanakan. Langkah ini dinilai penting agar masyarakat memiliki kesempatan untuk memahami secara menyeluruh rencana investasi yang akan dikembangkan di wilayah mereka. Bupati Lembata, Petrus Kanisius Tuaq, menyampaikan bahwa sosialisasi tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memastikan masyarakat memperoleh informasi yang jelas dan menyeluruh terkait rencana investasi yang akan dikembangkan. Menurutnya, komunikasi yang baik antara pemerintah, investor, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam setiap tahapan perencanaan pembangunan. Ia menjelaskan bahwa pembentukan tim survei dan tim sosialisasi merupakan langkah awal yang dilakukan untuk memberikan ruang kepada masyarakat agar memahami secara utuh rencana pengembangan investasi perkebunan jambu mete terpadu sebelum memasuki tahapan berikutnya. “Pemerintah daerah menginginkan agar setiap proses berjalan secara terbuka dan melibatkan masyarakat. Karena itu, sosialisasi dan survei lapangan perlu dilakukan terlebih dahulu sehingga masyarakat mendapatkan informasi yang lengkap dan dapat memberikan masukan sesuai kondisi di wilayah masing-masing,” ujar Petrus Kanisius Tuaq. Bupati juga berharap seluruh pihak, baik pemerintah desa, pemilik hak ulayat, tokoh masyarakat, maupun investor, dapat membangun komunikasi dan kerja sama yang baik selama proses berlangsung sehingga setiap tahapan dapat berjalan sesuai ketentuan yang berlaku dan sejalan dengan kebutuhan pembangunan daerah serta kepentingan masyarakat Kabupaten Lembata. Anggota DPRD Kabupaten Lembata Komisi III, Yoseph Beda Hayon, mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Lembata yang membuka ruang komunikasi antara investor dan masyarakat sejak tahap awal. Menurutnya, keterbukaan informasi dan pelibatan masyarakat merupakan aspek penting yang harus terus dijaga agar setiap rencana pembangunan dapat dipahami dengan baik oleh seluruh pihak yang berkepentingan. Sementara itu, salah seorang orang tua suku dari Desa Pasir Putih, Kecamatan Nagawutung, menyampaikan rasa syukur atas upaya yang dilakukan pemerintah dalam membuka peluang pengembangan potensi daerah melalui sektor perkebunan. Ia berharap seluruh proses yang sedang berjalan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dengan tetap menghormati hak-hak masyarakat adat dan memperhatikan aspirasi warga setempat. “Kami bersyukur karena pemerintah terus berupaya membuka peluang pembangunan bagi masyarakat. Harapan kami, rencana yang sedang dibangun ini dapat memberikan dampak positif bagi kemajuan masyarakat desa, khususnya di wilayah Nagawutung, serta membawa manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Kabupaten Lembata pada umumnya,” ungkapnya. Melalui tahapan sosialisasi, survei, dan konsultasi yang akan dilaksanakan secara bertahap, Pemerintah Kabupaten Lembata bersama PT Tigate Trees Indonesia berharap terbangun pemahaman bersama mengenai rencana pengembangan investasi perkebunan jambu mete terpadu. Proses tersebut diharapkan berjalan dengan mengedepankan keterbukaan, partisipasi masyarakat, serta mendukung upaya pembangunan daerah yang berkelanjutan. (ProkompimPemkabLembata) Post Views: 17 Navigasi pos Bupati Lembata Kunjungi Balai Penyuluhan Pertanian Nubatukan, Dorong Hilirisasi Pertanian, Perikanan dan Kemandirian Petani