Piala Asli El Tari Diarak Keliling Larantuka, Flotim Antusias Sambut Turnamen El Tari Memorial Cup FLORES TIMUR : WARTA-NUSANTARA.COM— Gelaran Piala Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), El Tari Memorial Cup (ETMC) XXXV Tahun 2026 di Kabupaten Flores Timur semakin dekat. Panitia pelaksana terus mematangkan berbagai persiapan untuk menyukseskan perhelatan sepak bola terbesar di Provinsi NTT tersebut. ETMC XXXV yang sebelumnya dijadwalkan memulai pertandingan pada 14 November 2026, kini direncanakan menggelar seremoni pembukaan atau opening ceremony pada 17 November 2026. Perubahan jadwal seremoni ini dilakukan dengan mempertimbangkan sejumlah aspek teknis dan kebutuhan persiapan kegiatan pembukaan. Antusiasme masyarakat Flores Timur menyambut perhelatan ini semakin terasa. Sebagai tuan rumah, masyarakat diharapkan dapat mengambil bagian dalam menyukseskan penyelenggaraan sekaligus memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh kontingen dari kabupaten dan kota se-NTT yang akan datang ke Larantuka. Lebih dari sekadar kompetisi sepak bola, ETMC memiliki nilai historis dan semangat persatuan. Turnamen ini merupakan warisan gagasan mantan Gubernur NTT, El Tari, yang menginisiasi kompetisi tersebut sebagai wadah mempertemukan daerah-daerah di NTT melalui olahraga sepak bola. Ketua Pelaksana, Laurensius Yitno Wada Ketua Umum Panitia ETMC XXXV 2026, Ignasius Boli Uran, melalui Ketua Pelaksana, Laurensius Yitno Wada, mengajak seluruh masyarakat Flores Timur untuk bangga dan memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan turnamen tersebut. Menurut Yitno, Flores Timur memiliki ikatan sejarah yang kuat dengan perjalanan El Tari Memorial Cup. Daerah ini pernah mencatatkan prestasi dengan menjuarai El Tari Cup sebanyak tiga kali sehingga berhak memiliki Piala Asli El Tari atau yang dahulu dikenal dengan sebutan Beker. “Perlu kita ketahui bahwa roh El Tari itu ada di Flores Timur. Kita pernah menjuarai El Tari sebanyak tiga kali pada masa penyelenggaraan El Tari Cup, sehingga piala asli atau yang dahulu dikenal dengan nama Beker menjadi milik kita,” ungkap Yitno saat dikonfirmasi Wartawan, Minggu (1/11/2026). Piala Asli El Tari Jadi Bagian Sejarah Pembukaan Salah satu agenda istimewa yang sedang disiapkan panitia dalam seremoni pembukaan ETMC XXXV adalah menghadirkan Piala Asli El Tari untuk disandingkan dengan Piala Bergilir El Tari Memorial Cup. Tidak hanya dipamerkan dalam seremoni pembukaan, Piala Asli El Tari tersebut juga direncanakan akan diarak mengelilingi Kota Larantuka sebelum acara pembukaan berlangsung. Panitia berencana melibatkan para legenda Perseftim, khususnya mantan pemain yang pernah mengantarkan Flores Timur menjuarai El Tari Cup pada masa lalu, untuk membawa piala bersejarah tersebut. “Rencananya Piala Asli El Tari akan kita sandingkan dengan Piala Bergilir El Tari Memorial Cup pada saat seremoni pembukaan ETMC XXXV. Sebelum pembukaan, kita juga akan mengarak piala asli tersebut mengelilingi Kota Larantuka. Piala ini akan dibawakan oleh para legenda Perseftim yang pernah memenangkan El Tari Cup. Ada beberapa legenda yang masih ada dan akan kita libatkan dalam momentum bersejarah ini,” jelasnya. Kehadiran piala tersebut diharapkan menjadi simbol pengingat perjalanan panjang sepak bola NTT sekaligus kebanggaan masyarakat Flores Timur sebagai daerah yang memiliki catatan prestasi dalam sejarah turnamen El Tari. Flores Timur Kembali Mencatat Sejarah ETMC Yitno juga menyebut penyelenggaraan ETMC XXXV di Flores Timur menjadi momentum penting dalam perjalanan kompetisi sepak bola di NTT. Stadion Ile Mandiri Larantuka kembali menjadi salah satu saksi sejarah penyelenggaraan turnamen tersebut. Menurutnya, penyelenggaraan ETMC kali ini memiliki dinamika tersendiri karena turnamen kembali digelar secara terpisah dari kompetisi Liga 4 tingkat nasional. Kondisi ini berkaitan dengan perubahan regulasi kompetisi sepak bola yang dinilai membawa perubahan mendasar terhadap pola penyelenggaraan ke depan. “Flores Timur dan Lapangan Ile Mandiri kembali akan menjadi saksi sejarah ini. ETMC kembali digelar terpisah dengan Liga 4 nasional di Flores Timur. Kita sedang mengukir sejarah. Ke depan ada perubahan regulasi yang cukup fundamental sehingga pola penyelenggaraan ETMC tidak lagi seperti sebelumnya,” ujarnya. Panitia Matangkan Dua Venue dan Penjemputan Kontingen Memasuki awal November, panitia terus bekerja menyelesaikan berbagai kebutuhan teknis penyelenggaraan. Persiapan tersebut mencakup kesiapan dua venue pertandingan, mekanisme penjemputan kontingen, agenda gala dinner, hingga rangkaian acara pembukaan. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 18 tim anggota PSSI NTT telah mengonfirmasi kesiapan untuk berpartisipasi dalam ETMC XXXV 2026 di Flores Timur. Sejumlah tim bahkan telah menyampaikan jadwal kedatangan masing-masing kontingen. Panitia bersama paguyuban daerah telah menyiapkan koordinasi penjemputan guna memastikan para peserta mendapatkan pelayanan yang baik sejak tiba di Flores Timur. Yitno menegaskan bahwa keberhasilan penyelenggaraan ETMC bukan hanya menjadi tanggung jawab panitia, melainkan merupakan kerja bersama seluruh elemen masyarakat Flores Timur. Ia mengajak masyarakat untuk menjadi tuan rumah yang ramah, menjaga persaudaraan, serta memberikan kesan positif kepada seluruh tamu dan kontingen yang berkunjung. “Mari kita menjadi tuan rumah yang baik bagi para tamu kita. Mari menjadi saudara yang baik bagi saudara-saudara kita yang datang berkunjung ke Flores Timur. Suksesnya event ini adalah hasil kerja keras kita semua. Keberhasilan ETMC menjadi keberhasilan seluruh masyarakat Flores Timur,” ajaknya. Dengan waktu penyelenggaraan yang semakin dekat, dukungan masyarakat, kesiapan panitia, serta koordinasi lintas daerah menjadi bagian penting dalam menyukseskan ETMC XXXV 2026. Bagi Flores Timur, momentum ini bukan sekadar menjadi tuan rumah sebuah turnamen sepak bola, tetapi juga kesempatan untuk merawat sejarah, memperkuat persaudaraan antardaerah, dan menunjukkan bahwa semangat El Tari tetap hidup dalam sepak bola Nusa Tenggara Timur. (GlobalIndoNews/WN-01) Post Views: 44 Navigasi pos Flores Timur Sukseskan ETMC XXXV : Siap Hadiah Rp 750 Juta, 18 Tim Bertarung