Wagub Johni Asadoma Hadiri Wisuda UPG 1945 NTT, Lulusan Diminta Memperkuat Kompetensi dan Skill Kupang, 9 September 2026 KUPANG : WARTA-NUSANTARA.COM— Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma mengajak para lulusan Universitas Persatuan Guru 1945 (UPG 1945) Kupang untuk terus mengembangkan kompetensi dan keterampilan sebagai bekal menghadapi dunia kerja yang semakin kompetitif. Pesan tersebut disampaikan Wagub saat menghadiri dan memberikan sambutan pada Rapat Senat Terbuka Luar Biasa dalam rangka Wisuda Sarjana X UPG 1945 Kupang di Hotel Harper Kupang, Rabu (9/9/2026). Sebanyak 439 wisudawan dan wisudawati mengikuti prosesi wisuda tersebut, terdiri dari 208 lulusan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, 58 orang dari Fakultas Hukum, 23 orang Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, 135 Fakultas Ekonomi, serta 15 lulusan Fakultas Pertanian. Mengawali sambutannya, Wagub NTT Johni Asadoma menyampaikan rasa duka dan keprihatinan yang mendalam atas musibah gempa yang terjadi di Flores beberapa minggu lalu. Ia menyampaikan belasungkawa kepada masyarakat yang terdampak serta berharap seluruh korban dan keluarga yang mengalami musibah diberikan kekuatan dalam menghadapi situasi tersebut. Wagub juga menyampaikan apresiasi kepada para orang tua yang telah berjuang dan berkorban mendukung pendidikan anak-anak mereka hingga meraih gelar sarjana. “Selamat kepada semua wisudawan-wisudawati atas kerja keras dan kesuksesan ini. Anda menjadi kebanggaan orang tua, saudara,” ujar Wagub. Namun, Wagub mengingatkan bahwa gelar sarjana bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal untuk menghadapi tantangan yang lebih besar. “Ini baru satu tahapan dalam hidup yang sudah berhasil saudara lewati. Perjalanan ke depan masih panjang. Tantangan di depan sangat besar dan berat,” katanya. Menurut Wagub, salah satu tantangan bagi lulusan adalah memasuki dunia kerja di tengah keterbatasan lapangan pekerjaan formal. Oleh karena itu, para sarjana tidak boleh hanya berorientasi sebagai pencari kerja, tetapi harus mampu menciptakan peluang dan lapangan kerja. “Jadilah pencipta lapangan kerja, jadilah mandiri, mau berwirausaha. Jangan berharap kerja kantoran atau kerja di pemerintah,” tegasnya. Wagub Johni menekankan, menghadapi dunia kerja saat ini tidak cukup hanya mengandalkan ijazah. ”Lulusan harus membekali diri dengan pengetahuan dan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan zaman. Ia menyebut penguasaan teknologi informasi, kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), kemampuan komunikasi dan public speaking, serta bahasa Inggris sebagai kompetensi penting yang perlu dikuasai generasi muda,” ungkapnya. “Di samping ijazah, Anda harus memiliki pengetahuan dan keterampilan khusus yang dibutuhkan. Kalau tidak bisa menguasai ini, kita akan kalah bersaing,” ujarnya. Kemampuan bahasa Inggris, lanjut Wagub, juga dapat membuka peluang lebih luas, baik untuk bekerja di luar negeri maupun melanjutkan pendidikan melalui berbagai program beasiswa. Selain hard skill, Wagub mengingatkan pentingnya soft skill yang meliputi disiplin, manajemen waktu, kemampuan bekerja sama, komunikasi, kreativitas, inovasi, empati, berpikir kritis, keberanian, dan integritas. “Tanpa disiplin tidak ada keberhasilan. Disiplin itu nomor satu, tidak bisa ditawar-tawar,” tegasnya. Johni juga mengingatkan para sarjana agar tetap rendah hati, menghormati orang lain dan orang tua, serta menjaga kejujuran dalam setiap keadaan. Menurutnya, kecerdasan akademik harus berjalan bersama karakter yang baik karena dunia kerja tidak hanya membutuhkan orang pintar, tetapi juga orang yang dapat dipercaya. Sejalan dengan pesan tersebut, Rektor UPG 1945 NTT, Uly Jonathan Riwu Karo dalam sambutannya mengingatkan para wisudawan bahwa ijazah yang diterima bukan sekadar dokumen akademik, melainkan tanda bahwa mereka telah dipersiapkan untuk mengambil bagian dalam menyelesaikan persoalan nyata di tengah masyarakat. Rektor menegaskan, UPG 1945 NTT terus melakukan pembenahan dan transformasi agar tidak hanya berkembang secara kuantitas, tetapi juga semakin kuat dalam kualitas pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan sumber daya manusia. Kepercayaan masyarakat terhadap UPG 1945 NTT, menurutnya, terus tumbuh. Hal itu antara lain ditandai dengan penerimaan lebih dari 1.200 mahasiswa baru pada tahun ini. Karena itu, pertumbuhan tersebut harus berjalan seiring dengan peningkatan mutu sehingga UPG 1945 mampu menghasilkan lulusan yang memiliki ilmu, karakter, dan kepedulian. Dalam kesempatan tersebut. Rektor juga memperkenalkan gagasan Tri Bakti Tekad Kita sebagai nilai yang terus dikembangkan dalam perjalanan UPG 1945 NTT, yakni takut akan Tuhan, memiliki perencanaan yang baik, serta membangun kolaborasi dan super team. “Ilmu membuat Saudara mampu berpikir, karakter membuat Saudara berdiri teguh, dan kepedulian mengarahkan ilmu serta karakter itu bagi kepentingan banyak orang,” ujarnya. Ia berharap para lulusan tidak hanya mencari pekerjaan, tetapi mampu menciptakan pekerjaan; tidak hanya menunggu perubahan, tetapi menciptakan perubahan; serta tidak hanya mengkritik keadaan, tetapi bekerja untuk memperbaikinya. Demikian siaran pers ini dibuat untuk dipublikasikan. #IndonesiaTerang #AyoBangunNTT ***(Siaran Pers Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT diterima Warta-Nusantara.Com Penulis: Meldo Nailopo – Dian Lesik Foto: Dio Ceunfin – Windy Leba Video/Short Video: Tiwi Uly) Post Views: 18 Navigasi pos Senyum Siswa SDK Pu’ubheto Kembali Mengembang, Polres Ende Sigap Dirikan Kelas Tenda Darurat