Oleh : Robert Bala
WARTA-NUSANTARA.COMโSaya bersyukur pernah punya guru. Ia seorang profesor, pakar tentunya, liturgi. Namanya ๐๐ซ๐จ๐ ๐๐๐ฌ๐ฎ๐ฌ ๐๐ฎ๐ซ๐ ๐๐ฅ๐๐ญ๐. Pikirannya cemerlang dan brilian. Kadang terlalu majunya sehingga dapat peringatan agar bisa kontrol lagi kebebasannya berbicara. Tetapi ia tetap โnakalโ. Kata dia, kalau seorang dosen dilarang berbicara apalagi menerbitkan buku gerejani terus apa yang bisa ia buat? Berbicara dan menulis adalah satuยฒnya kekuatan seorang profesor.
Hal menarik dari Burgaleta yang membuat saya kagum dan boleh dibilang terpesona dengannya adalah kata-katanya nya yang begitu kuat tentang liturgi. Ia bilang begini: kalau mau buat orang paham liturgi maka jelaskan semanusiawi mungkin. Buatlah umat paham dengan kata-kata dan contoh yang manusiawi tanpa membungkus dengan hal yang jauh dari praktik hidupnya.
Contoh sederhana kalau bilang altar itu tempat suci dan tidak boleh pakai sandal dan hanya boleh dengan kaki kosong maka sebenarnya yang diajarkan tentang kebersihan. (Memang pada masa lalu lebih mudah mengatakan bahwa tempat itu sakral dan tidak boleh sembarangan diinjak). Tetapi pesan yang paling kuat adalah menjaga kebersihan.
Ada hal menarik lagi. Sang profesor lulusan Prancis itu tidak.kikir beri nilai. Dia minta mahasiswa tulis sendiri mau nilai berapa sesuka-sukanya. Kalau nilai yang diminta misalnya 100 meski sebenarnya kualitasnya 80, ia tidak akan turunkan. Tapi kalau tulis nilai 80 tetapi kualitasnya 100, ia akan naikkan. (Saya bersyukur termasuk kategori kedua ini).
๐๐ฆ๐ฃ๐ข๐จ๐ข๐ช ๐ฅ๐ฆ๐ฅ๐ช๐ฌ๐ข๐ด๐ช ๐ฑ๐ข๐ฅ๐ข๐ฏ๐บ๐ข, ๐ด๐ข๐บ๐ข ๐ค๐ฐ๐ฃ๐ข ๐ถ๐ฏ๐จ๐ฌ๐ข๐ฑ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ด๐ฆ๐ค๐ข๐ณ๐ข ๐ฎ๐ข๐ฏ๐ถ๐ด๐ช๐ข๐ธ๐ช ๐ต๐ฆ๐ฏ๐ต๐ข๐ฏ๐จ ๐๐ฑ๐ช, ๐๐ข๐ฃ๐ข, ๐๐ช๐ณ, ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฅ๐ช๐ญ๐ข๐ฌ๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ข๐ญ๐ข๐ฎ ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ข๐บ๐ข๐ข๐ฏ ๐๐ข๐ญ๐ข๐ฎ ๐๐ข๐ด๐ฌ๐ข๐ฉ.
Begini kira-kira.
Berada di negara subtropis seperti Indonesia, kita tidak bisa merasakan perbedaan mencolok antara cuaca panas dan dingin. Meski kadang โpanas amatโ (ukuran kita) tetapi tidak sepanas dan sedingin seperti di Eropa. ๐พ๐ข๐๐ข๐ข ๐๐ข๐๐ข๐ ๐ฆ๐ข ๐ฑ๐ข๐ข๐๐ข๐ ๐ด๐ ๐๐ฎ๐๐ต ๐ฅ๐๐ฏ ๐ฌ๐๐ญ๐๐ถ ๐ฅ๐๐ฏ๐๐ช๐ ๐ฆ๐ข ๐ฎ๐๐ฏ๐ก๐ข ๐ข๐๐ฑ๐ข๐ฏ). ๐๐ก๐ถ ๐ฌ๐๐ณ๐๐ฏ๐ฆ๐ข ๐ค๐ข๐ฌ๐ข๐ฑ ๐ฎ๐๐ฏ๐๐ฆ๐๐ข๐ ๐ฌ๐๐ฏ. ๐๐ฐ๐๐ฐ๐๐ฏ๐ฆ๐ข ๐ตi๐a๐ฌ ๐ด๐๐ฑ๐๐ณ๐ก๐ช ๐บ๐๐ฏ๐ ๐ก๐ฆ๐๐ซ๐๐ฅ๐ ๐๐ช ๐ด๐๐ฏ๐.
Khusus saat musim dingin, kebutuhan api untuk menghangatkan tubuh sangat besar. Meski sudah ada pemanas ruangan dan baju pembungkus tubuh berlapis-lapis, masih saja ada yang kurang. Semuanya akan menjadi lengkap kalau berdiang dekat api.
Dan kalau butuh api, maka semua penghuni keluarga akan menuju ke satu tempat di mana ada tempat ๐ฑ๐๐ณ๐๐ฑ๐๐ข๐ (๐ง๐๐ณ๐๐ฑ๐๐ข๐๐ฆ). ๐๐๐ข๐๐จ ๐๐๐ข๐๐บ๐๐ญ ๐ฎ๐๐ฏ๐ฆ๐ฆ๐๐ถ๐ก๐ฏ๐ฆ๐ข ๐คโ๐ช๐๐ฆ๐๐ฆ๐
Bisa terbayang kalau ada konflik dalam rumah tangga yang menyebabkan suami dan istri berjauhan. Semua merasa nyaman untuk mengurus diri untuk sebuah periode. Tetapi sangat sulit di musim dingin seperti ini. Semua penghuni terpaksa harus berkumpul untuk mendapatkan kehangatan dari api. Di situlah terpaksa harus bertemu.
Itulah yang bisa jadi penjelasan, mengapa l๐๐๐ช๐๐๐ ๐ด๐๐๐๐ ๐ท๐ผ๐บ๐๐จ๐ ๐ ๐๐ฉ๐ ๐๐ฌ๐๐ก๐ ๐ ๐๐๐๐๐ฃ ๐ก๐๐ฉ๐๐ง๐๐ ๐๐๐. Ia tanda bahwa ada kegelapan, keretakan, konflik yang terjadi. Setiap orang hanya melihat orang lain dalam kegelapan dan tidak menangkap wajah yang sebenarnya.
Kembali ke perapian tempat di mana kita terpaksa bertemu karena samaยฒ duduk mendekati chimenea.
Kalau sudah begini tentu harus saling memandang. Tadinya maluยฒ lalu semakin lama hingga akhirnya keluarlah kataยฒ. Awalnya semua masih jual mahal tetapi akhirnya dialog terjadi. Kemudian.akan ada dialog, keterbukaan, saling berbicara dan mengingatkan.
โOmon-omonโ, dialog, bicara dan saling mendengarkan inilah yang terjadi dalam Liturgi SABDA
๐๐๐๐ ๐ข๐๐ก๐๐ข ๐๐๐จ๐ ๐๐, ๐ก๐๐ฉ๐ช๐ง๐๐ ๐จ๐๐๐๐ ๐๐ฃ๐ ๐๐๐๐๐๐ฃ๐ฃ๐ฎ๐ ๐๐ช๐๐๐๐๐ฃ๐ฎ๐๐ ๐๐ข๐๐ฉ ๐ข๐ช๐ก๐๐ ๐๐๐ง๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐ฃ, ๐๐๐ก๐ช๐๐ง๐๐ฃโฆ. ๐๐๐ฃ ๐จ๐๐ฉ๐๐ง๐ชs๐ฃ๐ฎ๐. Ada 7 bacaan Perjanjian Lama (biasanya sih bisa dikurangi tetapi patokannya itu 7 bacaan. Yang wajib dibaca itu Keluaran karena merupakan Paskah Pertama. Masih ditambah sebagai puncak, epistola dan Injil.
Panjang amat.. Ya. Karena kita mau diingatkan begitu ๐๐ค๐๐ฅ๐๐๐๐๐๐๐ nya hidup kita. Tetapi yang jauh lebih besar kasih Allah. Kita mau diingatkan bhw meski berdosa, bersalah, ingkar janji, tetapi DIA Itu SETIA.
Lalu sesudah dengar semuanya, apa yang terjadi? Kita (maksudnya saya) sadar betapa kotornya kehidupan saya. Dosa, ketidaksetiaan, kesombongan itu seperti kekotoran dalam diriku.
T๐r๐ขs? ๐พa๐a๐ข ๐o๐กo๐, b๐u, ๐ฆa m๐n๐i๐aโโฆ i๐กu๐aโ ๐ฟi๐กu๐g๐ ๐ตa๐t๐s d๐ ๐a๐a๐.๐a๐ k๐h. ๐i๐กa b๐ขt๐ขh a๐r u๐t๐ขk m๐m๐e๐s๐h๐a๐ ๐ฆa๐g k๐t๐r.
Tapi ingat, sebelum dibaptis, jangan sampai lupa sampaikan komitmen utk percaya pada penyelenggaraan ilahi (providentia Dei) pada bimbingan Tuhan. Itulah ungkapan kepercayaan.
Lalu apa puncak dari semuanya? Kalau kita sudah bersahabat kembali, sudah paham dengan keadaan kita (disadarkan lewat bacaan) maka ๐ฉ๐๐๐๐ก๐๐ ๐จ๐๐๐ฉ๐ฃ๐ฎ๐ ๐ ๐๐ฉ๐ ๐ง๐๐ฎ๐๐ ๐๐ฃ ๐๐๐ฃ๐๐๐ฃ ๐๐๐ข๐๐๐ง๐. ๐๐ช๐ฃ๐๐๐ ๐ ๐๐๐๐ข๐๐๐ง๐๐๐ฃ ๐๐ฉ๐ช ๐๐๐ ๐๐๐ก๐๐ข ๐๐ ๐๐ง๐๐จ๐ฉ๐. ๐๐ฉ๐ช๐ก๐๐ ๐ฅ๐ช๐ฃ๐๐๐ ๐๐๐ง๐ ๐ฅ๐๐ง๐๐ฎ๐๐๐ฃ ๐๐๐จ๐ ๐๐.
Itulah liturgi kita yang begitu kaya. Bersyukur punya gereja dengan kekayaan liturgi seperti ini meski kadang penjelasannya terlalu tinggi. Gracias Burgaleta, Y๐ค ๐ฉ๐ ๐๐ช๐๐๐๐ค, ๐๐ ๐ผ๐๐๐๐ค ๐ฎ ๐ข๐๐๐๐ฉ๐๐ค (๐ป๐๐๐๐๐ ๐ ๐๐จ๐๐ ๐ฝ๐๐ง๐๐๐๐๐๐, ๐๐๐๐ ๐๐๐ฃ๐๐ ๐ ๐๐ข๐, ๐ ๐๐ฌ๐๐ฃ ๐๐๐ฃ ๐๐๐ง๐๐ ๐).
๐๐ค๐๐๐ง๐ฉ ๐ฝ๐๐ก๐. ๐๐๐ฃ๐ช๐ก๐๐จ ๐๐ช๐ ๐ช ๐๐๐๐๐๐ ๐๐ผ๐๐ ๐๐๐๐๐๐ผ๐. ๐๐๐ฃ๐๐ง๐๐๐ฉ ๐๐๐๐๐ก๐๐ง๐ค ๐๐๐ง๐๐ฉ 2024.
