Ribuan Umat Katolik Ikuti Perarakan Santo Gerardus Mayela di Waingapu, Peringati HUT ke-75 Paroki Sang Penebus SUMBA : WARTA-NUSANTARA.COM— Ribuan umat Katolik memadati jalanan Kota Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, dalam prosesi perarakan Santo Gerardus Mayela pada Minggu, 20 September 2026 petang hingga malam. Perarakan yang membawa gambar Santo Gerardus Mayela, Salib Kristus Sang Penebus, dan gambar Bunda Maria Penolong Abadi ini digelar untuk memperingati dua momen bersejarah, yakni Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Gereja Katolik Paroki Sang Penebus Wara Waingapu dan 300 Tahun Santo Gerardus Mayela. Kegiatan diawali pada pukul 15.15 WITA dari Gereja Katolik Stasi Santo Gerardus Mayela Kawangu menuju Stasi Santo Fransiskus Xaverius Kambaniru dengan berkendara. Doa pembuka dipimpin umat Stasi Kawangu sebelum rombongan bergerak menyusuri Jl. Nusa Cendana, Jl. Adi Sucipto, hingga Jl. Umbu Taranggaha dan finish sementara di Gereja Katolik Stasi Santo Fransiskus Xaverius Kambaniru. Pastor Paroki Sang Penebus Wara Waingapu, Bartholomeus V. Farano Nedy, CSsR., bersama Pater Sius, CSsR., dan para imam turut berjalan bersama umat dari Paroki Wara dan Stasi Kawangu, Kilimbatu, serta Kambaniru. Setibanya di Gereja Stasi Santo Fransiskus Xaverius Kambaniru sekitar pukul 16.30 WITA, rombongan disambut dengan tarian adat Sumba Timur. Umat Stasi St. Fransiskus Xaverius Kambaniru juga melakukan pengalungan sebagai bentuk penghormatan pada gambar Santo Gerardus, Salib Kristus, dan Bunda Maria. Usai doa pelepasan yang dipimpin Pater Handri Uma, CSsR pada pukul 16.40 WITA, rombongan kembali melanjutkan long march atau berjalan kaki yang dimulai sekitar pukul 16.55 WITA. Rute long march ini melintasi Jl. Gatot Soebroto, Jl. Sutomo, Jl. R. Suprapto, Jl. D.I. Panjaitan, berputar di Jl. M.T. Haryono, dan berakhir di Gereja Katolik Paroki Sang Penebus Wara Waingapu. Di depan Asrama Susteran Prailiu, Kelurahan Prailiu, Kecamatan Kambera, rombongan sempat berhenti pada pukul 18.30 WITA untuk doa dan permenungan kisah sengsara hingga wafat Yesus Kristus di kayu Salib. Prosesi tiba di Gereja Paroki Sang Penebus Wara Waingapu pada pukul 18.50 WITA dan langsung dilanjutkan dengan Misa Kudus yang dipimpin Pastor Bartholomeus V. Farano Nedy, CSsR. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan penuh khidmat.***(SPC/WN-01) Post Views: 15 Navigasi pos Berani Menyesal