*Festival Literasi Lembata Masuki Tahun Keempat, Semangat Membaca Ditenun dari Laut, Tanah dan Kandang*

*Festival Literasi Lembata Masuki Tahun Keempat, Semangat Membaca Ditenun dari Laut, Tanah dan Kandang*

LEMBATA : WARTA-NUSANTARA.COM—  Semangat literasi kembali menggema di Kabupaten Lembata. Festival Literasi Kabupaten Lembata Tahun 2026 resmi dibuka di Halaman Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Lembata, Minggu (10/5/2026), dalam suasana meriah yang dipenuhi pelajar, pegiat literasi, dan masyarakat.

Tahun ini menjadi momentum istimewa karena merupakan tahun keempat pelaksanaan Festival Literasi di Kabupaten Lembata. Mengusung tema “Dari Laut, Tanah dan Kandang, Kita Menenun Literasi Sebagai Nafas Kehidupan,” festival ini menghadirkan semangat baru untuk menumbuhkan budaya membaca dan berliterasi yang berakar pada kehidupan masyarakat Lembata.

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Lembata, Yohanes Berchmans Daniel Dai, S.IP, mewakili Bupati Lembata. Turut hadir Bunda Literasi Kabupaten Lembata Ny. Ursula Surat Bayo Tuaq, Kepala Bank NTT Cabang Lewoleba, Petrus Soba Lewar, pimpinan instansi vertikal, pimpinan OPD, tokoh masyarakat, tokoh adat, para guru, serta pegiat literasi dari berbagai kalangan.

Dalam sambutan Bupati Lembata yang dibacakan pada kesempatan itu, ditegaskan bahwa literasi tidak hanya dimaknai sebagai kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan memahami kehidupan, budaya, dan perkembangan zaman di tengah derasnya arus informasi digital.

“Laut, tanah dan kandang adalah sumber kehidupan masyarakat Lembata. Dari situlah kita belajar tentang kerja keras, ketekunan, dan kearifan lokal. Literasi harus tumbuh dari kehidupan sehari-hari masyarakat,” demikian pesan Bupati Lembata.

Ketua panitia, Frans Sabaleku, dalam laporannya menyampaikan bahwa Festival Literasi menjadi bagian dari upaya Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Lembata untuk meningkatkan minat baca masyarakat. Selain festival, pemerintah daerah juga terus mendorong program literasi melalui kerja sama dengan sekolah-sekolah lewat layanan perpustakaan “Goris Keraf Go To School”.

Festival tahun ini diikuti sebanyak 580 peserta dari 41 sekolah tingkat SD, SMP, hingga SMA sederajat di Kabupaten Lembata. Jumlah tersebut menjadi yang terbanyak sepanjang pelaksanaan festival sejak pertama kali digelar.

Berbagai kegiatan turut memeriahkan festival, di antaranya Parade Literasi, lomba bertutur tingkat SD, lomba resensi buku, klinik literasi budaya dan lingkungan, talkshow tentang ecoliteracy berbasis budaya lokal, bedah buku, hingga bazar buku.

Di tengah semarak kegiatan, Festival Literasi bukan sekadar agenda tahunan, tetapi menjadi ruang tumbuhnya harapan agar generasi muda Lembata semakin dekat dengan budaya membaca, berpikir kritis, serta tetap berakar pada nilai budaya dan identitas daerahnya.
***(ProkompimPemkabLembata)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *