• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kontak
Rabu, Januari 14, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • National
  • Internasional
  • Polkam
  • Hukrim
  • News
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Home
  • National
  • Internasional
  • Polkam
  • Hukrim
  • News
  • Pendidikan
  • Olahraga
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Uncategorized

Kotbah Minggu Biasa IX/A (2023) : “Kamu Telah Memperolehnya Dengan Cuma-Cuma”

by WartaNusantara
Juni 18, 2023
in Uncategorized
0
Kotbah Minggu Biasa II/A (2023) “Inilah Anak Domba Allah Yang Menghapus Dosa Dunia”
0
SHARES
120
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh : Germanus S. Atawuwur, Alumnus STFK Ledalero

Kej. 19:2-6a; Rm.5:6-11; Mat. 9:36-10:8

WARTA-NYSANTARA.COM–Bapa, ibu, saudara, saudari yang terkasih, Yesus memiliki kepekaan sosial yang tajam tatkala dalam menjalankan misi perutusan-Nya, Dia menjumpai orang banyak sebagaimana diceritakan Matius dalam injil hari ini.  Dalam karya pelayanan-Nya itu, Yesus melihat orang banyak itu lelah dan terlantar. Orang banyak yang terlantar itu tidak ada yang mempedulikan mereka. Tidak ada  orang yang memberikan perhatian kepada mereka. Yesus kemudian mensejajarkan orang banyak yang lelah dan terlantar ini seperti domba yang tidak bergembala. Karena itu, hidup orang banyak itu tanpa arah yang jelas. Karena itu muncullah kepekaan sosial yang tinggi dari Yesus. Yesus tergerak oleh belaskasihan-Nya untuk harus melakukan sesuatu. Kondisi orang banyak yang lelah dan terlantar ini kemudian menjadi alasan Yesus memanggil dan mengutus keduabelas murid.

Namun sebelum Yesus memanggil murid-murid dengan namanya masing-masing, Yesus terlebih dahulu membuka mata hati mereka dengan berkata:”Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit.Yesus menganalogikan orang banyak yang lelah dan terlantar itu dengan tuaian yang begitu banyak, namun pekerjanya sedikit. Karena itu Yesus mengatakan sekali lagi kepada mereka:” Mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.”

Siapakah yang empunya tuaian itu sehingga kepadanya harus diminta restu untuk mengirim pekerja-pekerja untuk tuaian itu? Tentu Dialah Tuhan Sang Gembala Agung. Dialah pemilik tuaian itu Karena itu, hanya kepada Dialah kita memohonkan pekerja-pekerja bagi tuaian itu.

RelatedPosts

Dapur MBG SPPG 03 Lembata Resmi Beroperasi, Wakil Bupati Lembata Tekankan Kualitas dan Pemberdayaan Ekonomi Lokal

Dapur MBG SPPG 03 Lembata Resmi Beroperasi, Wakil Bupati Lembata Tekankan Kualitas dan Pemberdayaan Ekonomi Lokal

Lembata Dorong Agroforestri Malapari sebagai Solusi Program Mandiri Energi, Tanpa Konflik Pangan, Didukung Bukti Karbon Terverifikasi

Lembata Dorong Agroforestri Malapari sebagai Solusi Program Mandiri Energi, Tanpa Konflik Pangan, Didukung Bukti Karbon Terverifikasi

Load More

Kita meminta kepada Allah agar dikirimkanNya kepada pekerja-pekerja itu, sesuai dengan kehendak Tuhan sendiri.

Karena itu Yesus yakin, bahwa murid-murid yang akan dipanggil dengan nama mereka masing-masing adalah orang-orang yang dikehendaki Tuhan sendiri. Dalam keteguhan keyakinan-Nya itulah Dia kemudian memanggil satu demi satu orang-orang itu Dipanggilnya Simon yang disebut Petrus dan Andreas saudaranya, dan Yakobus anak Zebedeus dan Yohanes saudaranya,  Filipus dan Bartolomeus, Tomas dan Matius pemungut cukai, Yakobus anak Alfeus, dan Tadeus, Simon orang Zelot dan Yudas Iskariot yang mengkhianati Dia. Orang-orang itu kemudian disebutnya sebagai Murid-murid Yesus.  Yesus memanggil mereka dengan nama mereka masing-masing, artinya Yesus mengenal satu demi satu orang-orang ini dengan baik.

Karena Yesus mengenal mereka ini dengan baik, maka Yesus kemudian mempercayakan kepada mereka tugas pertutusan ini,” Pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel. Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat.  Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan.”

Di akhir penyerahan mandate perutusan itu, Yesus ingatkan keduabelas rasul itu:” Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma.”

Yesus ingatkan murid-murid-Nya bahwa karena kuasa untuk memberitakan Kerajaan Sorga sudah dekat, kuasa untuk menyembuhkan orang sakit, bahkan kuasa untuk membangkitkan orang mati, kuasa untuk mentahirkan orang-orang kusta, kuasa untuk mengusir setan-setan, adalah kuasa-kuasa yang diberikan dengan cuma-cuma kepada mereka. Karena itu maka mereka memberikan dengan cuma-cuma kepada orang-orang yang membutuhkannya.

Yesus mengingatkan mereka agar kuasa yang diberikan dengan gratis ini tidak boleh diperdagangkan demi keuntungan pribadi. Tetapi semua kuasa itu diberikan secara gratis demi menyelamatkan orang-orang yang lelah dan terlantar, yang hidup seperti domba yang tak punya gembala. Kepada orang-orang itulah murid-murid diutus untuk mendharmabaktikan seluruh jiwa raganya untuk keselamatan dan kebahagiaan banyak orang ini. Maka dari itu prinsip pelayanan mereka adalah mengerjakan perbuatan-perbuatan baik secara cuma-Cuma. Mereka harus menyembuhkan orang sakit, mentahirkan orang kusta, mengusir setan dan bahkan membangkitkan orang mati serta memberitakan bahwa Kerajaan Sorga sudah dekat dengan sukarela. Mereka tidak boleh meminta upah karena telah melakukan perbuatan-perbuatan baik. Karena upah mereka adalah melakukan perbuatan baik tanpa upah.

Saudara-saudara, kita semua dipanggil dan diutus untuk melakukan perbuatan-perbuatan baik. Tentu kita tidak memiliki kuasa untuk membangkitkan orang mati; tetapi di antara kita- walaupun tidak banyak –  tentu ada yang memiliki “kuasa” karunia untuk menyembuhkan orang sakit. Ada pula yang – tentu hanya sedikit – yang menerima “kuasa” anugerah untuk mentahirkan orang kusta; tetapi kita yang lebih banyak ini, oleh karena sakramen Permandian dan Penguatan/Krisma, kita semua diutus untuk turut serta dalam penggembalaan domba-domba yang tidak bergembala itu. Kita ikut berpartisipasi untuk berbuat baik kepada “orang banyak yang masih letih-lelah dan yang terlantar.” Karena kita semua telah menerima nafas kehidupan ini dengan cuma-cuma, maka selama masih ada nafas, berbuatlah baik tanpa ada pamrih tertentu, berbuatlah baik tanpa mengharapkan imbalan, karena upah kita adalah berbuat baik tanpa upah.

Mengakhiri kotbah ini, saya mengangkat kembali cerita berikut:

Selama perang dunia II, ada sebuah Gereja kecil di Frankfut, Jerman yang hancur berantakan akibat dibom oleh pasukan sekutu. Setelah perang usai dan Jerman kalah, para warga paroki kembali memperbaiki Gereja tersebut. Salah satu yang hancur lebur adalah patung Yesus, beruntung hancurnya tidak parah dan bisa disatukan lagi. Akan tetapi ketika semua runtuhan patung telah dikumpulkan, mereka tidak dapat menemukan kedua tangan patung itu. Mereka kemudian mendiskusikan masalah itu dan memperdebatkan ide untuk meminta salah seorang pemahat untuk membuat kedua belah tangan patung Yesus tersebut. Setelah melalui perdebatan yang panjang akhirnya mereka memutuskan untuk membiarkan patung Yesus tersebut tanpa tangan. Sebagai gantinya mereka menulis sebuah tulisan di bawah patung tersebut, bunyinya adalah: “Kristus tidak memiliki tangan lagi selain tangan-tangan kita”

Akhirnya semakin banyak warga paroki dan orang-orang yang datang ke Gereja tersebut disadarkan bahwa sekarang karya Kristus di dunia ini harus dilaksanakan oleh mereka yang telah memilih untuk mengikuti Kristus.

Saudara-saudaraku, Kristus tidak memiliki tangan lagi selain tangan-tangan kita yang sudah diberikan kepada kita dengan cuma-cuma. Karena itu mari kita hayati tulisan berikut ini:

Kristus tidak memiliki tangan lagi

Ia hanya memiliki tangan kita di dunia ini

Untuk mengerjakan apa yang hari ini Ia ingin selesaikan

Ia tidak memiliki kaki lagi

Ia hanya memiliki kaki kita di dunia ini

Untuk mencari orang dan menolong pada jalan-Nya

Kritus tidak memiliki mulut lagi

Ia hanya memiliki mulut kita di dunia ini

Untuk melihat kesusahan orang lain dan menghibur mereka

Ia tidak memiliki mata lagi

Ia hanya memiliki mata kita di dunia ini

Untuk melihat kesusahan dan menghiburnya

Ia tidak memiliki telinga lagi

Ia hanya memiliki telinga kita di duni ini

Untuk mendengar kerinduan orang kepada-Nya

Kristus hanya memiliki kita untuk tetap tinggal di dunia ini sebagai Kristus yang lain

WartaNusantara

WartaNusantara

Related Posts

Dapur MBG SPPG 03 Lembata Resmi Beroperasi, Wakil Bupati Lembata Tekankan Kualitas dan Pemberdayaan Ekonomi Lokal
Uncategorized

Dapur MBG SPPG 03 Lembata Resmi Beroperasi, Wakil Bupati Lembata Tekankan Kualitas dan Pemberdayaan Ekonomi Lokal

Dapur MBG SPPG 03 Lembata Resmi Beroperasi, Wakil Bupati Lembata Tekankan Kualitas dan Pemberdayaan Ekonomi Lokal LEMBATA : WARTA-NUSANTARA.COM— Wakil...

Read more
Lembata Dorong Agroforestri Malapari sebagai Solusi Program Mandiri Energi, Tanpa Konflik Pangan, Didukung Bukti Karbon Terverifikasi

Lembata Dorong Agroforestri Malapari sebagai Solusi Program Mandiri Energi, Tanpa Konflik Pangan, Didukung Bukti Karbon Terverifikasi

Bupati Lembata Desak Reformasi Dana Transfer dan Penguatan Dana Afirmasi untuk Keadilan Fiskal

Bupati Kanis : “Lembata Tertinggi Pelayanan Publik di NTT, Hasil Kerja Kolektif ASN Lintas OPD”

Tobby Ndiwa, Serfolus Tegu dan Kapolres Nagekeo Harus Diproses Hukum Terkait Kebocoran Data Intelijen dan Penyebaran Berita Bohong

Satu Demi Satu “Dosa” Serfolus Tegu Terkuak Catatan untuk Gerombolan Mafia Nagekeo (12)

Natal & Tahun Baru 2026 Bersama Karyawan Dapur MBG Longser : Merajut Semangat Cinta Kasih Bagi Anak Lembata

Natal & Tahun Baru 2026 Bersama Karyawan Dapur MBG Longser : Merajut Semangat Cinta Kasih Bagi Anak Lembata

𝑹𝒖𝒕𝒊𝒏𝒊𝒕𝒂𝒔 (𝒅𝒂𝒏 𝑪𝒉𝒆𝒄𝒌 𝑼𝒑 𝑹𝒖𝒕𝒊𝒏) (𝑰𝒏𝒔𝒑𝒊𝒓𝒂𝒔𝒊 𝑯𝒐𝒎𝒊𝒍𝒊 𝑴𝒊𝒏𝒈𝒈𝒖 𝑷𝒆𝒓𝒕𝒂𝒎𝒂 𝑨𝒅𝒗𝒆𝒏, 30/11/2025)

Bintang Menuntun, Iman Mencari

Load More
Next Post
Ketua MPR Bamsoet Jadi Dosen Tetap Pascasarjana Program Studi Doktor Ilmu Hukum Universitas Borobudur

Ketua MPR Bamsoet Jadi Dosen Tetap Pascasarjana Program Studi Doktor Ilmu Hukum Universitas Borobudur

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ads

Tag

mostbet mostbet UZ Sastra
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kontak

Copyright @ 2020 Warta-nusantara.com, All right reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Polkam
  • Internasional
  • National

Copyright @ 2020 Warta-nusantara.com, All right reserved

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In