Paus Serukan Perdamaian dan Hentikan Perang Paus menyesalkan bahwa manusia kini mulai terbiasa dengan kekerasan. Foto: EPA-EFE/ETTORE FERRARI Paus Leo XIV (tengah) yang baru terpilih, Kardinal Robert Francis Prevost dari AS, tersenyum dari balkon tengah Basilika Santo Petrus, Kota Vatikan, 08 Mei 2025, setelah terpilih pada hari kedua konklaf. VATIKAN : WARTA-NUSANTARA.COM– Paus Leo XIV menyampaikan seruan untuk perdamaian pada pidato Minggu Paskahnya, Ahad (5/4/2026). Seperi dilaporkan Reuters, dia mendesak para pemimpin dunia untuk mengakhiri konflik dan meninggalkan ambisi penaklukan. Berbicara di hadapan ribuan orang di Lapangan Santo Petrus, Paus menyesalkan bahwa manusia kini mulai terbiasa dengan kekerasan dan menjadi tidak peduli.“Biarlah mereka yang memiliki senjata meletakkannya!” serunya. “Biarlah mereka yang memiliki kekuatan untuk memicu perang memilih perdamaian!” Oplus_16908288 Berkat Urbi et Orbi (kepada Kota Roma dan kepada dunia) yang disampaikannya secara singkat dan langsung itu tidak menyebut konflik tertentu secara spesifik. Ia mengatakan bahwa kisah Paskah menunjukkan bahwa Kristus sepenuhnya tanpa kekerasan. “Pada hari perayaan ini, marilah kita meninggalkan setiap keinginan akan konflik, dominasi, dan kekuasaan, serta memohon kepada Tuhan untuk menganugerahkan damai-Nya kepada dunia yang dilanda perang,” ujar Paus Leo. Sebelumnya, Paus mengkritik kekerasan global, khususnya perang AS-Israel terhadap Iran. Ia juga menyampaikan seruan langsung yang jarang terjadi kepada Presiden AS Donald Trump pekan lalu untuk menemukan jalan keluar guna mengakhiri konflik tersebut. Dalam khotbah Paskahnya, ia mengajak umat agar tidak menjadi tumpul terhadap besarnya konflik di seluruh dunia, melainkan tetap berupaya mewujudkan perdamaian. Dari balkon Basilika Santo Petrus yang dihiasi ribuan bunga, Leo menyampaikan ucapan Paskah dalam sepuluh bahasa. Ia juga mengumumkan akan diadakannya doa berjaga untuk perdamaian di basilika tersebut pada 11 April. ***(*/WN-01) Post Views: 19 Navigasi pos Menghadirkan Wajah Allah Berbelas Kasih Wabup Nasir Tekankan Peran Ibu dan Harmoni pada Halal Bihalal BKMT–Kemenag di Lemau
Berbicara di hadapan ribuan orang di Lapangan Santo Petrus, Paus menyesalkan bahwa manusia kini mulai terbiasa dengan kekerasan dan menjadi tidak peduli.“Biarlah mereka yang memiliki senjata meletakkannya!” serunya. “Biarlah mereka yang memiliki kekuatan untuk memicu perang memilih perdamaian!” Oplus_16908288 Berkat Urbi et Orbi (kepada Kota Roma dan kepada dunia) yang disampaikannya secara singkat dan langsung itu tidak menyebut konflik tertentu secara spesifik. Ia mengatakan bahwa kisah Paskah menunjukkan bahwa Kristus sepenuhnya tanpa kekerasan. “Pada hari perayaan ini, marilah kita meninggalkan setiap keinginan akan konflik, dominasi, dan kekuasaan, serta memohon kepada Tuhan untuk menganugerahkan damai-Nya kepada dunia yang dilanda perang,” ujar Paus Leo. Sebelumnya, Paus mengkritik kekerasan global, khususnya perang AS-Israel terhadap Iran. Ia juga menyampaikan seruan langsung yang jarang terjadi kepada Presiden AS Donald Trump pekan lalu untuk menemukan jalan keluar guna mengakhiri konflik tersebut. Dalam khotbah Paskahnya, ia mengajak umat agar tidak menjadi tumpul terhadap besarnya konflik di seluruh dunia, melainkan tetap berupaya mewujudkan perdamaian. Dari balkon Basilika Santo Petrus yang dihiasi ribuan bunga, Leo menyampaikan ucapan Paskah dalam sepuluh bahasa. Ia juga mengumumkan akan diadakannya doa berjaga untuk perdamaian di basilika tersebut pada 11 April. ***(*/WN-01)