Paus Serukan Perdamaian dan Hentikan Perang
Berkat Urbi et Orbi (kepada Kota Roma dan kepada dunia) yang disampaikannya secara singkat dan langsung itu tidak menyebut konflik tertentu secara spesifik. Ia mengatakan bahwa kisah Paskah menunjukkan bahwa Kristus sepenuhnya tanpa kekerasan.
“Pada hari perayaan ini, marilah kita meninggalkan setiap keinginan akan konflik, dominasi, dan kekuasaan, serta memohon kepada Tuhan untuk menganugerahkan damai-Nya kepada dunia yang dilanda perang,” ujar Paus Leo.
Sebelumnya, Paus mengkritik kekerasan global, khususnya perang AS-Israel terhadap Iran. Ia juga menyampaikan seruan langsung yang jarang terjadi kepada Presiden AS Donald Trump pekan lalu untuk menemukan jalan keluar guna mengakhiri konflik tersebut.
Dalam khotbah Paskahnya, ia mengajak umat agar tidak menjadi tumpul terhadap besarnya konflik di seluruh dunia, melainkan tetap berupaya mewujudkan perdamaian.
Dari balkon Basilika Santo Petrus yang dihiasi ribuan bunga, Leo menyampaikan ucapan Paskah dalam sepuluh bahasa. Ia juga mengumumkan akan diadakannya doa berjaga untuk perdamaian di basilika tersebut pada 11 April. ***(*/WN-01)
