Sinergi Bimbingan Masyarakat Islam dan Sekolah Kunci Bangun Karakter Generasi Muda

Sinergi Bimbingan Masyarakat Islam dan Sekolah Kunci Bangun Karakter Generasi Muda

Dalam rangka Hari Pendidikan Nasional, Kepala Seksi Bimais Kabupaten Lembata ungkap peran strategis dan tantangan yang dihadapi

LEMBATA : WARTA-NUSANTARA.COM—  Peringatan Hari Pendidikan Nasional yang jatuh pada 2 Mei 2026 menjadi momen yang tepat untuk meninjau kembali peran berbagai lembaga dalam memajukan dunia pendidikan, tak terkecuali Bimbingan Masyarakat Islam atau yang biasa disingkat Bimais. Dalam wawancara khusus yang dilakukan baru-baru ini, Kepala Seksi Bimais Kabupaten Lembata, H. Abd Aziz M.K. Djou, S.HI menegaskan bahwa lembaganya memiliki keterkaitan erat dan tidak terpisahkan dari upaya pengembangan pendidikan nasional.

Menurutnya, baik Bimais maupun pendidikan nasional memiliki tujuan yang sama, yaitu membentuk karakter individu yang tidak hanya cerdas, tetapi juga bermanfaat bagi masyarakat, bangsa, serta memegang teguh nilai-nilai agama. “Kami berperan aktif mendampingi proses pembentukan karakter sejak masa kanak-kanak hingga pendidikan berkelanjutan dalam lingkungan keluarga. Bahkan, persiapan dimulai sejak masa persiapan menjadi orang tua, karena keluarga adalah sekolah pertama dan utama bagi anak,” ujar H. Aziz Djou.

Oplus_16908288

Untuk mewujudkan hal tersebut, sepanjang tahun 2026, Bimbingan Masyarakat Islam Kabupaten Lembata melaksanakan berbagai program pembinaan yang menyasar berbagai lapisan masyarakat. Program unggulan yang dijalankan meliputi bimbingan bagi calon pengantin guna mempersiapkan mereka menjadi pendidik pertama bagi anak-anak kelak, bimbingan untuk remaja usia sekolah agar tumbuh menjadi pribadi yang bertanggung jawab secara ilmiyah yaitu berprestasi dalam bidang akademik dan ilahiyah yaitu pendidikan akan mendekatkan mereka dengan Allah dan Rasul-Nya , serta memiliki motivasi hidup yang positif, dan pendampingan bagi ibu-ibu anggota majelis taklim agar mampu berperan sebagai penanam nilai-nilai moral dan akhlak yang baik di dalam rumah tangga.

Namun demikian, H. Aziz M. K. Djou, S.HI mengakui masih ada berbagai tantangan yang harus dihadapi agar program-program tersebut berjalan secara optimal. Salah satu kendala utama adalah masih kurangnya sinergi dan kerja sama yang erat antara penyelenggara pendidikan formal di sekolah dengan pihak Bimais dalam melakukan pembinaan kepada para pelajar. Selain itu, dibutuhkan peningkatan akses serta kerja sama yang lebih baik untuk mengembangkan metode pembinaan yang tepat, sekaligus mempermudah pendeteksian dan penanganan berbagai masalah yang dihadapi remaja melalui layanan konseling berkesinambungan.

“Kami berharap dengan kerja sama yang lebih kuat ke depannya, kita dapat melindungi generasi muda dari pengaruh-pengaruh negatif yang berkembang saat ini, sekaligus membangun karakter mereka agar memiliki visi dan semangat untuk mewujudkan masa depan yang lebih baik,” harap H. Aziz Djou.

Kepala Seksi Bimais menuturkan, peran Bimas Islam sangat krusial dalam upaya pembangunan karakter generasi penerus bangsa, yang mana hal ini sejalan dengan tujuan utama pendidikan nasional. Keberhasilan program yang disusun akan sangat bergantung pada kesediaan semua pihak untuk bersinergi, saling mendukung, dan berkolaborasi demi kemajuan pendidikan dan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Lembata.

Kepala Seksi Bimais menambahkan bahwa peran penting orang tua adalah mendidik dengan penuh kasih sayang dan menjadikan rumah sebagai surga kecil yang selalu dirindukan.

“Rumah adalah lembaga pendidikan pertama dan utama. Bila rumah kehilangan kasih sayang dan nilai-nilai kebaikan, maka para penghuninya akan kehilangan kesempatan untuk menjadi keluarga yang sempurna sebagaimana diharapkan,” tegasnya.

Hal ini sejalan dengan sabda Rasulullah SAW yang menekankan tanggung jawab setiap individu terhadap keluarganya “Kullukum ra’in wa kullukum mas’ul ‘an ra’iyyatih.” Aziz Djou menegaskan bahwa “Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya.” yang dikutip dari (HR. Bukhari dan Muslim).

Melalui pemahaman ini, diharapkan setiap keluarga dapat menjadi fondasi yang kokoh dalam mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat dalam karakter dan iman. Demikian wawancara khusus yang dilakukan awak media kami.

(#RAM)

Exit mobile version