Wagub Ajak Pemuda Jadikan Gereja Pusat Pembinaan Iman dan Karakter, Generasi Muda Bermazmur, NTT Bertumbuh Kupang, 7 Agustus 2026 KUPANG : WARTA-NUSANTARA.COM— Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Johni Asadoma, menghadiri Lomba Kidung Rohani Season 3 Pemuda Jemaat Kota Kupang yang diselenggarakan oleh Panitia Lomba Kidung Rohani Season 3 1614 Broek Harmony Pemuda Jemaat Kota Kupang, bertempat di GMIT Kota Kupang, pada Jumat (7/8/2026) malam. Dalam sambutannya, Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma menyampaikan apresiasi kepada panitia, pemuda, jemaat, serta seluruh pihak yang telah mengambil bagian dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, lomba kidung rohani tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, tetapi juga merupakan ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan talenta, memperkuat iman, membangun karakter, serta mempererat persekutuan melalui pelayanan gerejawi. “Saya memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh panitia dan Pemuda Jemaat Kota Kupang yang telah menyelenggarakan Lomba Kidung Rohani Season 3 ini. Kegiatan seperti ini bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi menjadi wadah untuk memuliakan Tuhan sekaligus membangun sumber daya manusia yang berkualitas,” ujar Wakil Gubernur NTT. Ia menegaskan, pemuda gereja memiliki peran strategis sebagai bagian dari generasi penerus yang akan menentukan arah kehidupan masyarakat dan pembangunan daerah. Karena itu, gereja diharapkan terus menjadi ruang pembinaan iman, karakter, kepemimpinan, dan kepedulian sosial bagi generasi muda. “Gereja harus terus dihidupkan dengan berbagai kegiatan yang positif dan membangun. Dari gereja kita membentuk anak-anak muda yang memiliki iman yang kuat, karakter yang baik, integritas, serta kepedulian terhadap sesama dan daerahnya,” ungkapnya. Dalam kesempatan tersebut, Wagub Johni juga membagikan pengalaman pribadinya tentang kedekatannya dengan kehidupan bergereja sejak usia dini. Ia mengenang masa sekolah dasar hingga sekolah menengah pertama sebagai periode ketika dirinya aktif mengikuti berbagai kegiatan rohani dan pelayanan di gereja. “Sejak saya duduk di bangku Sekolah Dasar hingga SMP, kehidupan saya sangat dekat dengan gereja. Hampir setiap hari saya mengikuti berbagai kegiatan rohani. Rasanya, kalau satu hari saja tidak datang ke gereja, hidup terasa kurang lengkap. Selalu ada kerinduan untuk datang beribadah dan melayani Tuhan,” kenangnya. Menurutnya, pengalaman dan nilai-nilai kehidupan yang diperoleh melalui keluarga, pendidikan, olahraga, serta kehidupan bergereja telah menjadi bekal penting dalam perjalanan hidupnya. Nilai kedisiplinan, kerja keras, ketekunan, kebersamaan, dan ketergantungan kepada Tuhan menjadi bagian yang turut membentuk dirinya hingga dapat meraih berbagai prestasi sebagai atlet di tingkat nasional dan kemudian mengabdikan diri dalam pelayanan kepada masyarakat. “Saya percaya Tuhan mengangkat setiap orang pada waktu-Nya. Apa yang saya capai hari ini tidak terlepas dari penyertaan Tuhan. Karena itu, apa pun talenta yang kita miliki, harus kita kembangkan dan gunakan untuk menjadi berkat bagi orang lain,” tuturnya. Ia juga membagikan salah satu ayat Alkitab yang menjadi pegangan dalam kehidupannya, yakni Yeremia 17:7: “Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN.” Menurutnya, ayat tersebut mengajarkan pentingnya menempatkan Tuhan sebagai dasar dalam menjalani kehidupan, termasuk ketika menghadapi tantangan, mengambil keputusan, maupun menjalankan tanggung jawab. Lebih lanjut, Wagub Johni juga mengajak seluruh pemuda gereja di Kota Kupang untuk menjadikan kegiatan-kegiatan kerohanian sebagai bagian dari proses pembentukan diri. Ia mendorong pemuda agar tidak hanya aktif dalam kegiatan gereja, tetapi juga mampu membawa nilai-nilai iman dan karakter tersebut dalam kehidupan bermasyarakat. “Saya berharap seluruh pemuda di Kota Kupang dapat terus terlibat dalam kegiatan-kegiatan positif seperti ini. Tumbuhlah menjadi generasi yang memiliki iman yang kuat kepada Tuhan, karakter yang baik, dan semangat untuk melayani. Dari generasi muda yang seperti inilah kita berharap akan lahir pemimpin-pemimpin masa depan yang membawa perubahan bagi Nusa Tenggara Timur,” pesannya. Kepada seluruh peserta lomba, tidak lupa Wagub Johni Asadoma juga memberikan motivasi agar mengikuti perlombaan dengan penuh sukacita, sportivitas, dan semangat untuk memberikan talenta terbaik. Ia menekankan bahwa kemenangan bukanlah satu-satunya tujuan, melainkan bagaimana setiap peserta dapat menggunakan talenta yang dimiliki untuk memuliakan Tuhan dan menjadi inspirasi bagi sesama. “Menang atau kalah dalam sebuah perlombaan adalah bagian dari proses. Yang paling penting adalah keberanian untuk tampil, kemauan untuk belajar, dan kesediaan untuk mempersembahkan talenta yang kita miliki bagi kemuliaan Tuhan,” ujarnya. Untuk informasi, pada hari pertama pelaksanaan, tercatat 11 peserta mengikuti kategori solo. Untuk memberikan apresiasi terhadap kemampuan dan dedikasi para peserta, panitia menyediakan hadiah bagi para pemenang, yakni Juara I sebesar Rp10 juta, Juara II sebesar Rp7 juta, dan Juara III sebesar Rp5 juta. Mengakhiri sambutannya, Wakil Gubernur menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada seluruh panitia, peserta, pembina, jemaat, serta semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya Lomba Kidung Rohani Season 3. “Kiranya Tuhan memberkati seluruh peserta, panitia, pembina, jemaat, dan kita semua. Teruslah berkarya, teruslah melayani, dan teruslah memuliakan nama Tuhan melalui setiap talenta yang kita miliki. Tuhan memberkati kita semua,” pungkasnya. ***(Siaran Pers Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT, diterima Warta-Nusantara.Com #IndonesiaTerang Penulis: Mira Foto: Ben Jusuf) Post Views: 26 Navigasi pos Uskup Larantuka Mgr. Yohanes Hans Monteiro : “Pater Niko Strawn,SVD Serahkan Jiwa Raga di Tanah Misi Lembata” Wagub Johni Asadoma: Gereja Mitra Strategis Pemerintah dalam Membangun SDM dan Daerah