Gubernur NTT Apresiasi Kerja Sama LPK Musubu, KUR PMI Siap Digelontorkan

Gubernur NTT Apresiasi Kerja Sama LPK Musubu, KUR PMI Siap Digelontorkan

KUPANG : WARTA-NUSANTARA.COM– Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, S.Si., Apt, dalam kunjungan kerja ke Kabupaten Sikka berkesempatan mengunjungi Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Musubu, yang bekerja sama dengan Sekolah Tinggi Kesehatan (STIKES) St. Elisabeth Keuskupan Maumere untuk pelatihan dan kelas Bahasa Jepang.

Pada kunjungan tersebut, Gubernur mengapresiasi LPK Musubu yang telah membantu menyiapkan tenaga kerja profesional untuk bekerja di Jepang. Dalam arahannya Gubernur menyampaikan Jepang, termasuk salah satu negara yang menetapkan standar yang tinggi, untuk para pekerja.

“Jepang adalah salah satu negara yang menetapkan standar tinggi untuk pekerja. Mencari orang Indonesia yang masuk standar Jepang sulit sekali. LPK Musubu salah satu pintu yang kita buka untuk persiapan anak-anak ke Jepang,” ujarnya Jumat, 17 April 2026.

Lebih lanjut Gubernur mengatakan pelatihan yang ada mesti diversifikasikan ke berbagai sektor potensial, selain bidang kesehatan.

Oplus_16908288

“Kita mesti disversifikasikan pelatihan ini, di luar bidang kesehatan seperti pertanian, otomotif, perikanan dan kelautan. Potensi ini kita asah, olah, dan maksimalkan. LPK Musubu bantu Pemda Sikka dan Provinsi NTT, perkuat sektor kesehatan juga buka sektor lain,” ucapnya.

Selain itu, Gubernur juga menyampaikan pertemuan bersama Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Mukhtarudin beberapa waktu lalu di Jakarta. Dalam pertemuan tersebut Gubernur menyampaikan keinginannya agar semua kelengkapan pekerja migran asal NTT yang berangkat ke luar negeri, diselesaikan di NTT sehingga para pekerja langsung berangkat ke negara tujuan tanpa perlu mengurus dokumen di luar NTT. Hal ini sebagai salah satu upaya mencegah TPPO.

Mahasiswa STIKES St. Elisabeth Keuskupan Kupang tidak hanya berhenti pada les bahasa Jepang, namun harus mengikuti pendidikan lanjutan di LPK Musubu yang berpusat di Bali, dan program bahasa Jepang yang disediakan pemerintah Jepang.

Untuk itu, Gubernur menambahkan pemerintah pusat memiliki KUR PMI. Bagi mahasiswa LPK Musubu yang kesulitan membiayai pelatihan bisa memanfaatkan KUR PMI tersebut.

“Bagi yang membutuhkan pinjaman pelatihan kerja di luar negeri, pinjaman KUR PMI sudah diberikan negara melalui Bank NTT sebesar 50 Miliar,”

Recruitment Partnership Director, Vonny Francis Yuki mengatakan eksistensi LPK Musubu tidak terlepas dari dukungan Gubernur NTT. Ia mengakui sempat kesulitan mengurus izin, namun berkat bantuan Gubernur NTT, LPK Musubu bisa memperoleh izin dan bisa berdiri hingga saat ini.

Dalam setahun LPK Musubu mampu mengirim 50 pekerja asal NTT ke Jepang. Sementara ratusan rumah sakit di Jepang masih membutuhkan tenaga kerja khususnya perawat. Peluang ini dapat dimanfaatkan oleh STIKES St. Elisabeth Keuskupan Maumere.

Pekerja Indonesia terutama asal NTT, lanjut Vonny banyak diminati di Jepang karena dinilai setia, tulus, dan rendah hati. Melalui kemitraan LPK Musubu Vonny berharap makin banyak banyak anak NTT yang bekerja dan menimba pengalaman di luar negeri secara legal.

Perwakilan STIKES St. Elisabeth, Santhy Gaharpung berharap kunjungan Gubernur mampu memotivasi siswa-siswi serta sekolah tersebut agar mampu melengkapi fasilitas pendukung bagi proses perkuliahan.

Bupati Sikka, Juventus Yoris Prima Kago turut mengapresiasi kerja sama LPK Musubu. Ia juga mendorong agar anak-anak dari keluarga kategori miskin ekstrim, agar diarahkan ke pendidikan vokasi.

Bupati juga meminta dukungan Gubernur, agar Sikka sebagai daerah yang memiliki perguruan tinggi terbanyak di daratan Flores bisa mendorong lebih banyak potensi Sumber Daya Manusia yang unggul lewat berbagai program dan kemitraan. ***(Abri Koreh/Biro Prokopim Setda Provinsi NTT)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *