Workshop KKG PAI Lembata: Guru SD Diajak Maksimalkan Gemini di Akun Belajar.id untuk Penyusunan Soal US

Workshop KKG PAI Lembata: Guru SD Diajak Maksimalkan Gemini di Akun Belajar.id untuk Penyusunan Soal US

LEMBATA : WARTA-NUSANTARA.COM–  Kelompok Kerja Guru Pengawas Pendidikan Agama Islam (KKG PAI) Kabupaten Lembata menggelar Workshop Penyusunan Soal HOTS Ujian Sekolah (US) PAI Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lembata, Kamis (16/04/2026) ini dihadiri oleh puluhan guru Pendidikan Agama Islam jenjang Sekolah Dasar se-kabupaten.

Acara yang difokuskan pada pemanfaatan teknologi digital ini secara resmi dibuka oleh Pengawas Sekolah Ahli Madya, Muh. Sulaiman Rifai Aprianus Mukin, M.Pd. CPIM, yang mewakili Kepala Seksi Pendis Kemenag Lembata, Abd. Rauf Afwa, S.Ag.

Dalam sambutannya, Rifai Mukin menekankan bahwa guru di era 2026 dituntut memiliki kompetensi yang paripurna. Menghadapi peserta didik yang merupakan digital natives, guru PAI tidak hanya harus menguasai materi keagamaan, tetapi juga harus melek teknologi.

“Jika guru PAI gagap teknologi, pesan-pesan agama yang luhur mungkin kalah bersaing dengan konten-konten hiburan atau paham radikal yang masif di internet. Oleh karena itu, guru harus hadir sebagai sahabat yang mengerti dunia siswa,” ujar Rifai.

Oplus_16908288

Sementara itu, Ketua KKG PAI, Aminah Lukman, S.Pd, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin untuk meningkatkan kapasitas guru. Pada kesempatan kali ini, pihaknya menghadirkan narasumber khusus yakni Pelatih Daerah Kemenag sekaligus Kepala SD Negeri Wowong, Ahmad Habibi, S.Pd.

Gemini sebagai Kebutuhan Dasar, Bukan Lagi Kemewahan

Ahmad Habibi dalam materinya memaparkan tentang strategi memaksimalkan fitur Gemini yang terintegrasi dalam akun belajar.id. Ia meminta seluruh peserta memastikan akses akun mereka aktif untuk memanfaatkan berbagai fasilitas kecerdasan buatan (AI) tersebut.

Menurut Habibi, di tahun 2026 ini, kemampuan menggunakan AI atau AI Literacy sudah menjadi kompetensi dasar, bukan lagi keahlian khusus. Integrasi Google Gemini ke dalam ekosistem pendidikan nasional dinilai sebagai langkah strategis transformasi pendidikan.

“Kita mengajarkan siswa berinteraksi dengan AI secara etis, cara memverifikasi informasi, dan pentingnya orisinalitas karya karena AI bisa saja salah atau hallucination,” jelas Habibi.

Lebih jauh ia menegaskan, akun belajar.id yang diberikan gratis oleh Kemendikdasmen memastikan kesetaraan akses teknologi. Kehadiran Gemini memungkinkan guru dan siswa di daerah seperti Lembata memiliki akses yang sama dengan sekolah-sekolah internasional, sehingga mengurangi kesenjangan kualitas pendidikan.

“Gemini bukan sekadar fitur tambahan, melainkan katalisator yang mengubah cara mengajar menjadi lebih efisien. Bagi guru PAI, ini peluang emas menyajikan materi agama yang kompleks menjadi lebih mudah dicerna dan relevan bagi siswa,” tutupnya sebelum melakukan sesi demonstrasi praktik penggunaan aplikasi.    ***#RAM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *