Haji Herlang Mapatit

Haji Herlang Mapatiti  di HANI 2026: Sinergi Berantas Mafia, Rangkul Korban Lewat Rehabilitasi

KUTAI TIMUR : WARTA-NUSANTARA.COM—   Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026 menjadi momentum krusial bagi Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat) Kutai Timur untuk mempertegas komitmennya. Ketua Granat Kutim, Haji Herlang Mapatiti, menyerukan kolaborasi total seluruh elemen bangsa guna memutus mata rantai peredaran gelap narkoba demi menyelamatkan generasi menuju Indonesia Emas 2045.

​Dalam narasinya, Haji Herlang Mapatiti menekankan tiga pilar utama yang harus berjalan beriringan:

Pertama, Pemberantasan Tanpa Ampun terhadap Mafia. Mafia narkoba adalah musuh nyata bangsa yang bergerak secara terorganisir. Negara tidak boleh kalah. Haji Herlang memberikan apresiasi tertinggi atas sinergi BNN RI, Bea Cukai, dan Polri di tingkat pusat yang sukses menggagalkan penyelundupan 3,37 ton kuncup bunga ganja (cannabis bud). Keberhasilan ini adalah bukti nyata bahwa ketegasan lintas instansi mampu melumpuhkan pergerakan mafia.

Kedua, Rehabilitasi yang Humanis di Hilir. Di sisi lain, para pengguna dan korban penyalahgunaan narkoba harus diselamatkan, bukan dikucilkan. Haji Herlang mendorong penguatan rehabilitasi medis dan sosial yang komprehensif, serta program pasca-rehabilitasi agar mereka pulih secara mandiri, produktif, dan memiliki daya saing tanpa bayang-bayang stigma negatif.
Ketiga, Benteng Kolektif di Hulu. Pencegahan sejak dini melalui ketahanan keluarga dan lingkungan masyarakat menjadi kunci utama agar ruang gerak bandar narkoba benar-benar tertutup.

​Apresiasi Tinggi untuk Kepolisian Kutai Timur

​Tidak hanya menyoroti keberhasilan skala nasional, Haji Herlang secara khusus memberikan apresiasi tertinggi kepada jajaran aparat penegak hukum setempat, terutama Kepolisian Resor (Polres) Kutai Timur beserta seluruh Polsek jajaran.

​Kepedulian dan keaktifan kepolisian Kutim dalam memberantas narkoba terbukti nyata lewat berbagai penindakan tegas yang belakangan ini viral dan beredar luas di berbagai media sosial lokal.

​Haji Herlang mencatat beberapa data penangkapan menonjol yang sempat ramai di medsos sebagai bukti kerja keras aparat di lapangan. Di antaranya adalah keberhasilan Satresnarkoba Polres Kutim pada Januari 2026 di Kecamatan Sangatta Utara yang menggagalkan peredaran sabu paruh awal tahun dengan mengamankan pelaku beserta paket siap edar.

​Selanjutnya pada Maret 2026, aksi penangkapan dramatis pengedar sabu di kawasan perkebunan wilayah hukum Polsek Bengalon juga mendapat banyak respons positif dan dukungan dari netizen di Instagram serta Facebook lokal. Tak kalah penting, pada Mei 2026 di Kecamatan Muara Wahau, aparat kepolisian berhasil mengungkap jaringan pengedar lintas kecamatan dengan barang bukti yang signifikan, sehingga berhasil mengunci jalur suplai narkoba ke wilayah pedalaman Kutim.

​”Kami di Granat Kutim melihat langsung bagaimana kepedulian dan respons cepat dari Kapolres Kutim beserta seluruh jajaran Satresnarkoba dan Polsek. Data penindakan di Sangatta, Bengalon, hingga Muara Wahau yang ramai di medsos itu adalah bukti nyata bahwa polisi tidak tidur dan terus memburu mereka yang ingin merusak pemuda kita,” ujar Haji Herlang.

​Harapan Tuntas Menuju Kutim Bersinar

​Kendati memberikan pujian atas capaian tersebut, Haji Herlang mengingatkan bahwa perjuangan belum usai. Ia berharap momentum HANI 2026 ini memicu konsistensi yang lebih kuat agar aparat kepolisian bersama instansi terkait dapat terus mengusut dan menyelesaikan masalah narkoba ini secara tuntas hingga ke akar-akarnya.

​”Mari kita jadikan HANI 2026 sebagai momentum untuk memperkuat komitmen. Kita hantam mafianya melalui pemberantasan yang tegas bersama aparat kepolisian yang kita banggakan, dan kita selamatkan korban-korbannya melalui rehabilitasi yang humanis. Bersama, kita wujudkan Indonesia BERSINAR (Bersih Narkoba),” pungkas Haji Herlang Mapatiti.

​HANI 2026: Bersama Tolak Narkoba, Wujudkan Indonesia BERSINAR untuk Generasi Sehat, Cerdas, dan Kuat Menuju Indonesia Emas 2045.

***(Protus Burin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *